Obat Anti Alergi Kacang Siap Beredar Tahun Depan

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 19 November 2018 | 11:24 WIB
Obat Anti Alergi Kacang Siap Beredar Tahun Depan
Obat untuk atasi alergi kacang siap dijual tahun depan. (Shutterstock)

Suara.com - Kacang bisa sangat berbahaya bagi orang yang menderita alergi kacang. Tak sekadar wajah bengkak dan gatal-gatal, dampak alergi kacang bisa menyebabkan sesak napas hingga kematian.

Karenanya, sekelompok peneliti di Amerika Serikat telah melakukan uji coba klinis untuk obat anti alergi kacang pada sekitar 372 anak-anak yang memiliki masalah alergi kacang.

Hasilnya adalah 250 anak pada penelitian tersebut mampu mencerna 600 miligram atau lebih protein kacang, yang setara dengan 2 butir kacang, tanpa menimbulkan reaksi alergi. Bahkan setengah dari mereka yang diobati mampu memiliki toleransi hingga empat kacang sekaligus.

Anak dalam penelitian berusia antara 4 sampai 17 tahun. Mereka diminta untuk menelan kapsul berisi bubuk kacang tanah sebagai bagian dari imunoterapi oral.

"Ide penelitian adalah untuk mengobati alergi dengan cara bertahap memaparkan orang-orang pada hal sama yang membuat mereka alergi," kata penulis utama penelitian, Dr. Brian Vickery kepada CNN.

Temuan penelitian yang dijuluki AR101 tersebut telah diterbitkan di New England Journal of Medicine dan dipresentasikan pada konferensi American College of Allergy, Asma & Imunologi di Seattle, Amerika Serikat.

Meski demikian, bukan berarti para penderita alergi kacang sudah bisa bebas alergi. "Ini bukan obat penyembuh. Obat ini tak bisa membuat alergi pergi," kata Vickery, Direktur Program Alergi Makanan Kesehatan Anak-Anak di Atlanta.

Sebaliknya, pengobatan eksperimental ini ditujukan untuk mengurangi efek parah yang dapat terjadi akibat paparan yang tidak disengaja.

Vickery mengatakan obat dalam uji klinis terbukti efektif pada anak-anak tetapi kemungkinan juga dapat menguntungkan orang dewasa dengan cara yang sama.

Obat tersebut akan diproduksi oleh perusahaan biofarmasi California, Aimmune Therapeutics dan telah diajukkan permohonan izin edar pada FDA yang rencananya akan dijual ke pasar secara bebas pada akhir 2019 ini.

Di Amerika Serikat sendiri diperkirakan ada 3 juta orang yang menderita alergi kacang. Alergi kacang dapat menyebabkan anafilaksis, gatal-gatal, muntah, kram perut dan sesak napas hingga meninggal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yuk, Mulai Bijak Gunakan Antibiotik

Yuk, Mulai Bijak Gunakan Antibiotik

Health | Minggu, 18 November 2018 | 11:02 WIB

Catat, Begini Cara Tepat Penggunaan Obat Antibiotik!

Catat, Begini Cara Tepat Penggunaan Obat Antibiotik!

Health | Kamis, 15 November 2018 | 16:44 WIB

Obat TBC Jangka Pendek Sedang Diteliti di Indonesia

Obat TBC Jangka Pendek Sedang Diteliti di Indonesia

Health | Kamis, 15 November 2018 | 15:56 WIB

Donasi Online Kini Bisa Berupa Obat Lho

Donasi Online Kini Bisa Berupa Obat Lho

Health | Selasa, 13 November 2018 | 16:02 WIB

Ada Buah yang Tak Boleh Dimakan Saat Sakit?

Ada Buah yang Tak Boleh Dimakan Saat Sakit?

Health | Jum'at, 09 November 2018 | 03:15 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB