Sedang Diteliti, Cara Bunuh Parasit Malaria Sebelum Jadi Penyakit

M. Reza Sulaiman

Minggu, 09 Desember 2018 | 09:17 WIB
Sedang Diteliti, Cara Bunuh Parasit Malaria Sebelum Jadi Penyakit
Ilmuwan teliti obat untuk bunuh parasit malaria di liver. (Shutterstock)

Suara.com - Malaria masih menjadi penyakit yang mengancam nyawa orang-orang di daerah tropis seperti Indonesia. Nah, ilmuwan saat ini sedang meneliti cara untuk memberantas malaria, dengan membunuh parasit malaria sebelum berkembang menjadi penyakit.

Elizabeth Winzeler, pakar farmakologi dan penemuan obat dai University of California, San Diego School of Medicine, mengatakan saat ini, penanganan malaria masih berfokus kepada pemberian obat untuk menyembuhkan penyakit malaria yang menyerang tubuh.

"Akan sangat sulit untuk melakukannya. Tapi membunuh parasit malaria saat masih berada di liver dan belum menyebabkan penyakit menjadi salah satu cara yang dinilai efektif untuk memberantas malaria," ujar Winzeler, dikutip dari Channel News Asia.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Science tersebut, ilmuwan membedah ratusan ribu nyamuk untuk mengeluarkan parasit malaria dari dalam tubuh mereka.

Setiap parasit lalu diisolasi dalam tabung dan dipaparkan dengan lebih dari 500.000 bahan kimia. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa ada beberapa molekul yang memiliki efek baik membunuh parasit malaria.

Setelah penelitian lebih lanjut selama 6 tahun, ditemukan 631 molekul yang nantinya akan dikembangkan menjadi kandidat vaksin malaria. Vaksin malaria inilah yang diharapkan dapat mencegah seseorang mengalami malaria, dengan membunuh parasit malaria saat masuk ke dalam tubuh.

Larry Slutsker, dari Malaria and Neglected Tropical Diseases Program, mengatakan akan sangat baii jika ada obat atau vaksin yang bisa membunuh parasit malaria dalam tubuh seseorang, dan efeknya bertahan 3 sampai 6 bulan.

"Tapi sayangnya, obat tersebut belum tersedia. Karena itu, yang bisa kita lakukan saat ini adalah memastikan penggunaan obat yang bijak dan sesuai dosis, untuk menghindari adanya malaria resisten pengobatan," tutupnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ilmuwan Ini Temukan Sepatu Boot dari Abad ke-15

Ilmuwan Ini Temukan Sepatu Boot dari Abad ke-15

Tekno | Rabu, 05 Desember 2018 | 07:40 WIB

Waspada! Ilmuwan Peringatkan Gempa 8,5 SR Bisa Guncang Himalaya

Waspada! Ilmuwan Peringatkan Gempa 8,5 SR Bisa Guncang Himalaya

Tekno | Selasa, 04 Desember 2018 | 11:30 WIB

Baru, Ilmuwan Uji Coba Alat Kontrasepsi Berbentuk Gel

Baru, Ilmuwan Uji Coba Alat Kontrasepsi Berbentuk Gel

Health | Kamis, 29 November 2018 | 19:45 WIB

Dilantik LIPI, DPP Himpenindo 2018-2023 Diharapkan Cetak Ilmuwan Andal

Dilantik LIPI, DPP Himpenindo 2018-2023 Diharapkan Cetak Ilmuwan Andal

Tekno | Kamis, 29 November 2018 | 13:56 WIB

Ilmuwan Ungkap Kebiasaan Makan Paus Bungkuk

Ilmuwan Ungkap Kebiasaan Makan Paus Bungkuk

Tekno | Kamis, 29 November 2018 | 08:08 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB