Studi: Sering Bad Mood, Bisa Jadi Polusi Udara Penyebabnya

M. Reza Sulaiman

Minggu, 27 Januari 2019 | 19:40 WIB
Studi: Sering Bad Mood, Bisa Jadi Polusi Udara Penyebabnya
Bad mood, bisa jadi polusi udara penyebabnya. (Shutterstock)

Suara.com - Studi: Sering Bad Mood, Bisa Jadi Polusi Udara Penyebabnya

Anda tinggal di kota besar dan sering mengalami bad mood? Jangan kaget, namun studi menyebut penyebabnya bisa jadi karena polusi udara.

Sebuah studi baru dari China menyebut asap tebal yang terjadi akibat polusi bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan jiwa penduduk daerah perkotaan.

Studi menyebut hubungan antara tingkat polusi udara berbanding lurus dengan suasana hati penduduknya. Semakin tinggi tingkat polusi udara, semakin sering penduduknya mengalami bad mood.

Untuk melakukan studi ini, para ilmuwan menggunakan data real-time mengenai suasana hati orang yang diperoleh dari media sosial, lalu membandingkannya dengan tingkat materi partikulat di udara yang menyebabkan penyakit paru-paru.

Menurut hasil studi tersebut, dikutip Himedik dari The Independent, polusi udara tak hanya menyebabkan 1,1 juta kematian prematur di China dan merugikan ekonomi negara itu hingga Rp 534,5 triliun setiap tahun, tetapi juga memiliki dampak yang kuat terhadap kesehatan mental.

Dalam mengukur kebahagiaan di 144 kota China, para ilmuwan menggunakan algoritma untuk menganalisis suasana hati dari 210 juta cuitan di situs microblogging populer Sina Weibo.

"Media sosial dapat dipakai untuk mengukur tingkat kebahagiaan orang saat itu juga dan menyediakan banyak sekali data, di banyak kota yang berbeda," kata Profesor Siqi Zheng, seorang ilmuwan Massachusetts Institute of Technology yang memimpin penelitian.

Tim kemudian menggabungkan data ini dengan informasi tentang tingkat partikulat dan pola cuaca. Mereka menemukan bahwa lonjakan polusi berkorelasi dengan penurunan tingkat kebahagiaan, terutama untuk wanita dan orang-orang dengan pendapatan lebih tinggi. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior.

baca juga
Perempuan yang mempunyai jabatan atau otoritas lebih mudah untuk mengalami depresi. Namun, hal yang sama justru tidak dialami oleh laki-laki dengan posisi yang sama. Hal itu terungkap dalam studi yang dilakukan American Sociological Association.Mereka m
Bad mood, bisa jadi polusi udara penyebabnya. (Shutterstock)

Sementara itu, menurut Profesor Andrea Mechelli selaku pemimpin proyek Urban Mind di King's College London mengatakan kepada The Independent bahwa penelitian tersebut berharga untuk menambah kumpulan bukti yang berkembang terkait polusi udara dan kesehatan mental.

"Kami belum sepenuhnya memahami apa mekanisme yang mendasarinya, apa yang menjadi penghubung antara polusi dan kesehatan mental yang buruk," katanya.

Namun ia mengatakan, kemungkinan faktor-faktornya antara lain, polusi menghambat kemampuan orang untuk berpikir atau meningkatkan stres dan secara tak langsung membuat warga lebih sulit untuk bersosialisasi di luar.

Apapun penyebabnya, Profesor Mechelli mengatakan, penting untuk mengungkap hubungan antara polusi dan kesehatan. Pasalnya, dengan begitu, pemerintah terdorong untuk membersihkan udara. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Sienta Terus Merosot, Mengapa ?

Penjualan Sienta Terus Merosot, Mengapa ?

Otomotif | Kamis, 17 Januari 2019 | 15:00 WIB

Studi: 40 Persen Perempuan Menyesal Melepas Keperawanan Terlalu Cepat

Studi: 40 Persen Perempuan Menyesal Melepas Keperawanan Terlalu Cepat

Health | Rabu, 16 Januari 2019 | 22:16 WIB

Aktivis Sebut Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk

Aktivis Sebut Kualitas Udara Jakarta Terus Memburuk

Lifestyle | Selasa, 15 Januari 2019 | 09:36 WIB

Studi : Jatuh Cinta Bikin Tubuh Perempuan Berubah

Studi : Jatuh Cinta Bikin Tubuh Perempuan Berubah

Lifestyle | Senin, 14 Januari 2019 | 11:20 WIB

Studi : Cinta dan Kokain Pengaruhi Otak dengan Cara yang Sama

Studi : Cinta dan Kokain Pengaruhi Otak dengan Cara yang Sama

Lifestyle | Selasa, 08 Januari 2019 | 16:30 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×