Merasa Tak Minta Dilahirkan, Lelaki India Ini Seret Ibunya ke Pengadilan

Ade Indra Kusuma | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 05 Februari 2019 | 11:27 WIB
Merasa Tak Minta Dilahirkan, Lelaki India Ini Seret Ibunya ke Pengadilan
Ilustrasi janin dalam kandungan, ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Merasa Tak Minta Dilahirkan, Lelaki India Ini Seret Ibunya ke Pengadilan.

Seorang lelaki India bernama Raphael Samuel, menyeret orangtuanya sendiri ke pengadilan karena telah melahirkannya ke dunia tanpa terlebih dahulu meminta persetujuan darinya.

Lelaki berusia 27 tahun tersebut dikenal sebagai seorang anti-natalis, atau percaya bahwa melahirkan makhluk hidup tanpa meminta persetujuan mereka adalah sebuah kesalahan secara moral. 

Karena hal itu juga, Samuel menganggap dirinya sendiri sebagai korban kehidupan "yang dipaksakan".

"Saya ingin memberi tahu semua anak-anak India bahwa mereka tidak berutang apa pun kepada orangtua mereka. Saya mencintai orangtua saya, dan kami memiliki hubungan yang hebat, tetapi mereka memiliki saya karena untuk kegembiraan dan kesenangan mereka saja. Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan ini, melalui beragam pergolakan sekolah dan menemukan karier," kata Samuel kepada The Paper  seperti dikutip Odditycentral.

Samuel sendiri mengaku tidak menentang anak-anak atau kehidupan, dia hanya percaya bahwa semua bentuk kehidupan yang muncul tanpa persetujuan, tidak boleh dibawa ke dunia lalu terjebak pada masalah hidup. 

Samuel kini memgelola akun Facebook anti-natalisme di mana ia secara rutin memposting pesan anti-prokreasi bernama Nihilanand.

Akun tersebut hanya memiliki 431 pengikut, tetapi Raphael tampaknya tidak peduli.

"Orang India lainnya harus tahu bahwa "ada" pilihan untuk tidak memiliki anak, dan meminta penjelasan kepada orangtua mengapa mereka melahirkanmu," lanjut Samuel.

Meskipun jumlahnya masih sedikit, gerakan anti-natalis di India tumbuh dengan cepat dan berencana untuk mendirikan organisasi tingkat nasional.

Katanya, mereka akan berupaya menyebarkan kesadaran tentang kehidupan bebas anak. "Ini adalah gerakan yang sepenuhnya sukarela, tanpa kekerasan. Kami tidak ingin memaksakan kepercayaan kami kepada siapa pun, tetapi lebih banyak orang perlu mempertimbangkan mengapa memiliki anak di dunia saat ini tidak benar," kata Pratima Naik, lulusan teknik berusia 28 tahun dan salah satu pemimpin gerakan anti-natalis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Gejala Andropause, Saat Lelaki Mengalami Fase Perubahan Hormon

Kenali Gejala Andropause, Saat Lelaki Mengalami Fase Perubahan Hormon

Health | Jum'at, 25 Januari 2019 | 08:05 WIB

3 Gaya Rambut Lelaki Ini Diprediksi Ngetren di 2019, Mana Pilihanmu?

3 Gaya Rambut Lelaki Ini Diprediksi Ngetren di 2019, Mana Pilihanmu?

Lifestyle | Kamis, 24 Januari 2019 | 09:00 WIB

Suami Diperlakukan Kasar, Carole Ghosn Angkat Bicara

Suami Diperlakukan Kasar, Carole Ghosn Angkat Bicara

Otomotif | Senin, 14 Januari 2019 | 20:00 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB