Hawaii Siapkan Aturan Orang yang Boleh Merokok Harus Berusia 100 Tahun

Ade Indra Kusuma

Rabu, 06 Februari 2019 | 13:51 WIB
Hawaii Siapkan Aturan Orang yang Boleh Merokok Harus Berusia 100 Tahun
Ilustrasi anak kecil merokok. [Shutterstock]

Suara.com - Hawaii Siapkan Aturan Orang yang Boleh Merokok Harus Berusia 100 Tahun.

Dalam RUU baru yang diusulkan oleh Dr Richard Creagan dari partai Demokrat, Hawaii bakal menaikkan usia legal boleh merokok di negaranya yakni pada umur 100 tahun. 

Aturan itu disebut secara efektif melarang keberadaan rokok. Usia merokok di Hawaii dinilai meningkat dengan cepat pada tahun 2020 dan 2024.

Dr Creagan, yang merupakan seorang dokter sebelum ia terpilih menjadi pejabat perwakilan negara bagian pada tahun 2014, menyebut dalam RUU tersebut bahwa rokok itu "artefak paling mematikan dalam sejarah manusia" .

Pada Januari 2017, Hawaii menjadi negara bagian AS pertama yang menaikkan usia merokok menjadi 21. Di negara bagian AS lainnya, usia legal berada pada 18 atau 19 tahun.

Usulan RUU baru yang tertuang dalam HB 1509, menunjukkan bahwa usia merokok nantinya harus naik menjadi 30 tahun pada 2020, 40 tahun pada 2021, 50 tahun pada 2022, dan 60 tahun pada 2023 - sampai akhirnya, pada tahun 2024, orang harus berusia 100 tahun untuk membeli rokok.

Mengutip USAToday, dalam wawancaranya dengan Hawaii Tribune-Herald bahwa rokok adalah "industri yang sangat buruk" telah merancang rokok menjadi "sangat adiktif, tahu bahwa itu sangat mematikan".

"Kami tidak mengizinkan orang bebas mengakses opioid, misalnya, atau obat resep apa pun," katanya.

Rokok elektronik dan cerutu tidak termasuk dalam bahasan RUU ini karena Dr Creagan percaya mereka secara signifikan lebih aman bagi perokok daripada rokok biasa, walaupun National Cancer Institute memperingatkan bahwa "semua produk tembakau berbahaya dan menyebabkan kanker".

baca juga

"Perokok cerutu dan perokok biasa memiliki tingkat risiko yang sama untuk kanker rongga mulut dan kanker esofagus," tulis National Cancer di situs webnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS mengatakan bahwa merokok adalah penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah di negara ini.

Sekitar setengah juta orang di AS meninggal setiap tahun karena kondisi yang berhubungan dengan merokok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pohoiki Hawaii Beach, Destinasi Baru Pantai Berpasir Hitam

Pohoiki Hawaii Beach, Destinasi Baru Pantai Berpasir Hitam

Lifestyle | Senin, 21 Januari 2019 | 12:01 WIB

Malaysia Bikin Larangan Merokok Saat Berkendara, Indonesia Berani Tiru?

Malaysia Bikin Larangan Merokok Saat Berkendara, Indonesia Berani Tiru?

Otomotif | Kamis, 17 Januari 2019 | 19:58 WIB

Saking Cinta, Anak Mutilasi dan Simpan Kepala Ibu Kandung di Kulkas

Saking Cinta, Anak Mutilasi dan Simpan Kepala Ibu Kandung di Kulkas

News | Rabu, 16 Januari 2019 | 13:44 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×