Array

Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks

Kamis, 14 Februari 2019 | 10:37 WIB
Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks
VIrus HPV tak hanya sebabkan kanker serviks. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter: Bahaya Virus HPV Tak Sekadar Sebabkan Kanker Serviks

Virus HPV atau Human Papilloma Virus selama ini dikaitkan dengan risiko mengidap kanker serviks. Padahal menurut Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG(K), selaku Ketua HOGI (Himpunan Ginekologi Onkologi Indonesia) virus ini juga bisa memicu berbagai kanker lain termasuk kanker penis, anus, orofaring dan sebagainya.

Kanker serviks sendiri, kata Prof Andri disebabkan oleh infeksi HPV tipe onkogenik, utamanya oleh tipe 16 dan 18. Selain kanker serviks, HPV tipe onkogenik inilah yang menjadi penyebab kanker lainnya.

"Di Amerika, kanker orofaring akibat rokok menurun, tapi kanker orofaring akibat HPV meningkat. Bahkan telah ditemukan juga HPV pada kanker payudara, paru, dan kolorektal,” ujar Prof. Andri dalam temu media, baru-baru ini.

Gawatnya lagi, virus HPV juga telah ditemukan beredar dalam darah. Tinggal menunggu waktu saja di organ mana HPV menyerang hingga menyebabkan kanker.

“Tinggal tunggu saja kapan kanker muncul. Virus tidak bisa dihilangkan, hanya bisa diusahakan dengan meningkatkan daya tahan tubuh untuk membasmi virusnya,” imbuhnya.

Yang terpenting kata Prof Andri adalah melindungi diri dari infeksi HPV sedini mungkin. Pencegahan primer bisa dilakukan dengan vaksinasi.

Ilustrasi vaksin HPV. (Sumber: Shutterstock)
Vaksin HPV bermanfaat untuk cegah kanker serviks. (Sumber: Shutterstock)

Jakarta telah memulai proyek percontohan vaksinasi HPV untuk siswi kelas 5 SD dan sederajat beberapa waktu lalu. Prof Andri pun berharap program vaksinasi HPV bisa jadi program nasional.

“Kita harapkan segera menjadi program nasional,” tegas Prof. Andri.

Baca Juga: Raisa Punya Bayi Perempuan, Postingan Mantan Pacarnya Diserbu

Vaksinasi dianggap sebagai pencegahan primer karena telah terbukti menurunkan insiden kanker serviks. Prof Andri mencontohkan program vaksinasi HPV di Australia berhasil menurunkan insiden kanker hingga 40 persen.

“Akhirnya mereka berganti ke vaksin, dan insiden kanker serviks turun 40 persen. Australia mencanangkan 2030 bebas kanker serviks karena mereka telah memulai program vaksinasi HPV nasional sejak 2007," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI