Sering Menahan Kencing, Benarkah Bisa Picu Batu Ginjal?

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 22 Februari 2019 | 20:55 WIB
Sering Menahan Kencing, Benarkah Bisa Picu Batu Ginjal?
Sering menahan kencing, hati-hati risiko batu ginjal. (shutterstock)

Suara.com - Sering Menahan Kencing, Benarkah Bisa Picu Batu Ginjal?

Pernahkah Anda menahan kencing? Jika ya mulai hentikan kebiasaan ini dari sekarang.

Pasalnya, kebiasaan menahan kencing seperti karena malas ke toilet atau berada dalam kondisi terdesak ternyata dapat memicu terbentuknya endapan batu ginjal secara tidak langsung.

Disampaikan dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr. Charles Martamba Hutasoit, Sp.U, ketika menahan kencing, maka urin dipaksa bertahan dalam kandung kemih. Hal ini memicu infeksi yang ketika terjadi berulang dapat mengubah mukosa saluran kemih dan memicu terbentuknya endapan.

"Kalau nahan kencing terus-terusan, yang tadinya infeksi kandung kemih maka berubah anatominya menyebabkan saluran kencing menyempit. Kencing jadi susah. Nah makin banyak sisa urin yang terkumpul di kandung kemih ini akan berubah jadi kristal lalu jadi pasir dan batu ginjal," ujar dr Charles, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Itu sebabnya dr Charles mengimbau agar masyarakat menghindari kebiasaan menahan kencing. Idealnya ketika mengonsumsi 2-3 liter sehari, ginjal akan menggasilkan urin 8-10 kali sehari tiap dua-tiga jam sekali. Frekuensi ini bisa meningkat saat suhu dingin atau dalam kondisi stres.

Batu ginjal bisa terbentuk jika sering menahan kencing. (Shutterstock)
Batu ginjal bisa terbentuk jika sering menahan kencing. (Shutterstock)

Kondisi batu ginjal sendiri, menurut dr Charles disebabkan karena kristal terbentuk dan mengendap di ginjal. Kristalisasi sendiri dipicu oleh kepekatan urin karena kurangnya asupan air putih.

"Kepekatan urin sendiri antara lain dipicu oleh faktor diet, metabolik, berkurangnya volume urin, atau meningkatnya pH urin," imbuhnya.

Selain nyeri pinggang, batu ginjal juga menunjukkan gejala lain seperti nyeri saat buang air kecil, anyang-anyangan, hingga urin berwarna keruh atau kemerahan. Kondisi batu ginjal sendiri menurutnya, lebih banyak menyerang laki-laki dibandingkan perempuan.

"Untuk mencegah terjadinya batu ginjal, disarankan untuk mengonsumsi air sebanyak 2 liter setiap hari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESWL, Teknologi Terkini Atasi Batu Ginjal Tanpa Rasa Sakit

ESWL, Teknologi Terkini Atasi Batu Ginjal Tanpa Rasa Sakit

Health | Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:51 WIB

Ibu Dua Anak Rela Hidup dengan Satu Ginjal demi Selamatkan Nyawa Polisi

Ibu Dua Anak Rela Hidup dengan Satu Ginjal demi Selamatkan Nyawa Polisi

Health | Rabu, 13 Februari 2019 | 11:30 WIB

Penting Banget, 5 Cara Cegah Batu Ginjal Terjadi di Usia Muda

Penting Banget, 5 Cara Cegah Batu Ginjal Terjadi di Usia Muda

Health | Selasa, 12 Februari 2019 | 14:15 WIB

Kedua Ginjal Nenek Ini Sudah Diangkat, Ternyata Dokter Salah Diagnosis

Kedua Ginjal Nenek Ini Sudah Diangkat, Ternyata Dokter Salah Diagnosis

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 07:49 WIB

Sempat Sepelekan Gejalanya, Anna Kendrick Ternyata Sakit Batu Ginjal

Sempat Sepelekan Gejalanya, Anna Kendrick Ternyata Sakit Batu Ginjal

Health | Rabu, 06 Februari 2019 | 12:14 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB