Ajarkan Anak Tentang Otonomi Tubuh Sejak Dini, Begini Caranya

Silfa Humairah Utami | Dinda Rachmawati | Suara.com

Minggu, 24 Februari 2019 | 13:45 WIB
Ajarkan Anak Tentang Otonomi Tubuh Sejak Dini, Begini Caranya
Ilustrasi ajarkan anak tentang otonomi tubuh sejak dini. (Shutterstock)

"Menciptakan budaya di rumah. di mana batas-batas tubuh setiap orang dihormati adalah langkah penting," kata Carnagey.

Orang tua dapat melakukan ini dengan tidak memaksa anak-anak mereka untuk berbagi kasih sayang dengan orang lain dan dengan kebiasaan meminta sentuhan, misalnya, dengan mengatakan "Bolehkah aku memelukmu?" daripada "Beri aku pelukan."

Orang tua dan pengasuh juga dapat mengenalkan otonomi tubuh dalam situasi sehari-hari seperti waktu makan.

"Ketika seorang anak mengatakan bahwa mereka sudah kenyang atau selesai makan, hindari perebutan kekuasaan dengan tidak memaksa mereka untuk makan satu suap lagi atau menghabiskan makanan mereka. Hormati apa yang dikatakan tubuh mereka kepada mereka," kata Carnagey.

Atau orang tua busa bertanya kepada anak saat mengganti popok. "Bolehkah aku mengganti popokmu?". Jika mereka menjawab "tidak", orang tua memiliki dua opsi. Katakan, membiarkannya dalam popok kotor memiliki bahaya kesehatan dan keselamatan.

"Sebaliknya, berbicara dengan mereka. "Saatnya mengganti popok. Tubuu melakukan tugasnya untuk mengeluarkan kotoran, dan sekarang aku akan melepas popok kotor. Dengan cara ini orang tua menunjukkan kepada mereka bahwa tubuh mereka layak dihargai, bahwa orang tua secara sengaja menginformasikan prosesnya.

4. Melalui buku atau video

Bowers menunjukkan bahwa ada peluang untuk mengajarkan pelajaran-pelajaran ini sambil membaca buku atau menonton film. Orang tua dapat mengatakan hal-hal seperti, “Haruskah pangeran itu mencium sang putri ketika dia sedang tidur? Karena sang putri saat itu tidak bisa mengatakan ya atau tidak," ujarnya seperti dikutip dari Huffpost.

Banyak buku anak-anak yang menjelaskan tema mengenai otonomi dan keselamatan tubuh.

5. Ajari anak untuk memercayai insting mereka

Ada beberapa cara untuk membantu anak-anak belajar mempercayai naluri mereka, yang dapat menjadi langkah mendasar dalam mengajarkan otonomi tubuh dan mengontekstualisasikan pengalaman-pengalaman sulit.

Carnagey menyarankan mengajarkan anak-anak untuk mengidentifikasi perasaan mereka. Orang tua dan pengasuh dapat melakukan ini dengan mengajukan pertanyaan seperti "Bagaimana perasaanmu sekarang?" Atau menunjukkan ketika mereka melihat perubahan dalam bahasa tubuh dengan pernyataan seperti "Saya melihat bahwa kamu mengerutkan kening. Katakan apa yang kamu rasakan."

Berada dalam kebiasaan mengecek dan membuat ruang untuk mendengarkan anak adalah cara yang bagus untuk membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan bahasa di sekitar pengalaman mereka.

"Ini dapat membuat mereka menjadi komunikator dan pendukung yang lebih percaya diri dengan keinginan dan kebutuhan mereka sepanjang perjalanan mereka," ujar dia.

Jadi ajarkan anak tentang otonomi tubuh sejak dini dengan tepat seperti tips di atas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Respon Tubuh Saat Seseorang Patah Hati

Begini Respon Tubuh Saat Seseorang Patah Hati

Health | Sabtu, 23 Februari 2019 | 11:57 WIB

Dongeng Ternyata Ampuh Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dongeng Ternyata Ampuh Tumbuhkan Minat Baca Anak

Health | Kamis, 21 Februari 2019 | 20:45 WIB

Kembangkan Imajinasi Anak, Baca Buku Lebih Baik daripada E-Book

Kembangkan Imajinasi Anak, Baca Buku Lebih Baik daripada E-Book

Health | Kamis, 21 Februari 2019 | 18:39 WIB

Ajak Baca Buku, Investasi Murah demi Masa Depan Anak

Ajak Baca Buku, Investasi Murah demi Masa Depan Anak

Lifestyle | Kamis, 21 Februari 2019 | 17:44 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB