Di AS, Ketamine Akhirnya Disetujui Jadi Obat Anti Depresi

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Kamis, 07 Maret 2019 | 16:34 WIB
Di AS, Ketamine Akhirnya Disetujui Jadi Obat Anti Depresi
Ilustrasi obat ketamine. (Shutterstock)

Suara.com - Di AS, Ketamine Akhirnya Disetujui Jadi Obat Anti Depresi.

Obat Ketamine akhirnya mencapai kata sepakat digunakan untuk mengobati depresi. Obat yang kerap dijuluki special K ini memenangkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) atau Dinas Administrasi Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk pasien dengan depresi yang sulit diobati.

Mengutip Time, nasal spray (semprotan hidung) produk keluaran dari perusahaan farmasi raksasa Amerika Serikat, Johnson & Johnson (J&J), dilaporkan berhasil menenangkan simptom (gejala) depresi pada beberapa pasien dalam waktu 24 jam.

FDA menyetujui Spravato, yang dikenal secara kimia sebagai esketamin.

Pada 1990-an, Ketamine kerap disalahgunakan orang secara sembarang karena memiliki efek samping yaitu halusinasi pada kulit dan penglihatan. Pada kulit, pasien akan merasa seperti ada semut yang merambat atau seperti diraba. Sementara pada penglihatan, pasien akan bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang pada umumnya. Bisa juga pasien bicara tanpa kontrol sebagai efek penggunaan ketamine.

Belum ada inovasi di bidang farmasi untuk depresi sejak peluncuran Prozac dan antidepresan pada 1980-an. Obat-obat itu menargetkan serotonin kimia otak yang baik, namun efeknya lama, bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk menyembuhkan "sakit" yang dialami oleh orang yang depresi.

"Spravato berpotensi mengubah paradigma penanganan dan menawarkan harapan baru bagi sepertiga pasien dengan gangguan depresi berat, yang kebal terhadap penanganan sebelumnya.,” ujar Mathai Mammen, Kepala global untuk Penelitian dan Pengembangan J&J.

Versi Ketamine dari J&J bekerja secara berbeda dari obat-obatan itu, ketamine menargetkan zat kimia yang disebut glutamat yang diduga memulihkan koneksi otak yang membantu meredakan depresi.

Ketika obat itu bekerja, efeknya hampir segera. Kecepatan itu “adalah hal yang sangat besar karena pasien depresi sangat cacat dan sangat menderita,” kata Dr. John Mann, seorang psikiater dan peneliti di Universitas Columbia.

Di Indonesia sendiri ketamine secara medis termasuk obat dalam daftar G, yakni obat dengan resep dokter dan tidak dijual bebas. Ketamine ini biasanya digunakan untuk anestesi atau pembiusan untuk manusia namun sudah jarang dilakukan. Obat-obat yang baru sudah banyak masuk, yang efektivitasnya tinggi namun dengan efek samping yang kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Depresi Foto Bugilnya Dijual di Medsos, Gadis Ini Bunuh Diri

Depresi Foto Bugilnya Dijual di Medsos, Gadis Ini Bunuh Diri

Health | Minggu, 03 Maret 2019 | 06:05 WIB

Tanda Orang Alami Depresi, Perhatikan Orang Terdekat dan Rangkul

Tanda Orang Alami Depresi, Perhatikan Orang Terdekat dan Rangkul

Lifestyle | Rabu, 27 Februari 2019 | 22:08 WIB

Depresi dan Kelelahan Berjalan Beriringan, Ini Penjelasan Sains

Depresi dan Kelelahan Berjalan Beriringan, Ini Penjelasan Sains

Health | Jum'at, 22 Februari 2019 | 18:55 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB