Hari Perempuan Internasional, Simak 10 Masalah Utama Kesehatan pada Wanita

Vika Widiastuti, Yuliana Sere

Kamis, 07 Maret 2019 | 20:20 WIB
Hari Perempuan Internasional, Simak 10 Masalah Utama Kesehatan pada Wanita
Hari Perempuan Internasional 2019. (Pixabay/MAKY_OREL)

Suara.com - Setiap tanggal 8 Maret diperingati Hari Perempuan Internasional. Mulanya, peringatan ini dirayakan pertama kali pada 28 Februari 1909 di New York dan diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat.

Menjelang perayaan Hari Perempuan Internasional, kali ini HiMedik telah mengumpulkan 10 masalah utama mengenai kesehatan wanita, dilansir dari WHO.

1. Kanker 

Dua kanker paling umum yang menyerang wanita adalah kanker payudara dan leher rahim. Mendeteksi kedua kanker ini lebih awal adalah kunci untuk menjaga wanita tetap hidup dan sehat.

Sebagian besar kematian ini terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah di mana skrining, pencegahan, dan pengobatan hampir tidak ada, dan di mana vaksinasi terhadap virus human papilloma perlu dilakukan.

2. Kesehatan reproduksi

Masalah kesehatan seksual dan reproduksi bertanggung jawab atas sepertiga masalah kesehatan bagi perempuan berusia antara 15 dan 44 tahun.

Seks yang tidak aman adalah faktor risiko utama terutama di kalangan perempuan dan anak perempuan di negara berkembang.

Ilustrasi puting payudara sakit. (suara)
Ilustrasi puting payudara sakit. (Suara.com)

3. Kesehatan ibu

Banyak wanita saat ini mendapat manfaat dari perawatan selama kehamilan dan persalinan.

Namun, sepertinya manfaat ini belum bisa dirasakan semua wanita. Data 2013 menunjukkan hampir 300.000 wanita meninggal karena komplikasi pada kehamilan dan persalinan.

4. HIV

Terlalu banyak wanita muda yang masih berjuang untuk melindungi diri dari penularan HIV melalui hubungan seksual dan untuk mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.

baca juga

Ini juga membuat mereka sangat rentan terhadap TBC, salah satu penyebab utama kematian di negara-negara berpenghasilan rendah.

5. Infeksi menular seksual

Penting untuk melakukan pencegahan dan pengobatan penyakit seperti gonore, klamidia, dan sifilis.

Sifilis yang tidak diobati menyebabkan lebih dari 200.000 kematian janin saat lahir, kematian janin dini setiap tahun dan kematian lebih dari 90.000 bayi baru lahir.

Ilustrasi pelecehan seksual. (Unsplash/@Victoriano Izquierdo)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Unsplash/@Victoriano Izquierdo)


Lihat selengkapnya ya!

6. Kekerasan terhadap perempuan

Perempuan dapat mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik dan seksual, baik oleh pasangan maupun orang lain.

Saat ini, satu dari tiga wanita di bawah 50 tahun telah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan atau kekerasan seksual dari yang bukan pasangan.

Kekerasan ini memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka dalam jangka pendek dan panjang.

7. Kesehatan mental

Bukti menunjukkan wanita lebih rentan daripada pria untuk mengalami kecemasan, depresi, dan keluhan somatik, gejala fisik yang tidak dapat dijelaskan secara medis.

Depresi adalah masalah kesehatan mental yang paling umum bagi wanita dan bunuh diri merupakan penyebab utama kematian bagi wanita di bawah 60.

8. Penyakit tidak menular

Pada tahun 2012, sekitar 4,7 juta perempuan meninggal karena penyakit tidak menular sebelum mereka mencapai usia 70 tahun.

Ilustrasi pelecehan seksual. (Unsplash/@vidhyaa)
Ilustrasi pelecehan seksual. (Unsplash/@vidhyaa)

Kebanyakan dari mereka di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Mereka meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di jalan, penggunaan tembakau yang berbahaya, penyalahgunaan alkohol, obat-obatan dan zat-zat dan obesitas.

9. Saat muda

 Gadis remaja menghadapi sejumlah tantangan kesehatan seksual dan reproduksi, seperti IMS, HIV, dan kehamilan.

Sekitar 13 juta gadis remaja di bawah 20 melahirkan setiap tahun. Komplikasi dari kehamilan dan persalinan merupakan penyebab utama kematian ibu muda tersebut. Banyak yang menderita akibat aborsi yang tidak aman.

10. Saat tua

Setelah sering bekerja di rumah, wanita yang lebih tua mungkin memiliki lebih sedikit dana pensiun dan tunjangan, lebih sedikit akses ke perawatan kesehatan dan layanan sosial daripada rekan pria.

Risiko kemiskinan yang lebih besar dengan kondisi lain di usia tua, seperti demensia bisa membuat mereka memiliki risiko pelecehan yang lebih tinggi dan umumnya kesehatan yang buruk.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belum Pernah Berhubungan Seks karena Kondisinya, Wanita Ini Melahirkan Bayi

Belum Pernah Berhubungan Seks karena Kondisinya, Wanita Ini Melahirkan Bayi

Health | Kamis, 07 Maret 2019 | 14:25 WIB

Amankah Cuci Tangan Pakai Sabun Cuci Piring? Ini Kata Dokter

Amankah Cuci Tangan Pakai Sabun Cuci Piring? Ini Kata Dokter

Health | Rabu, 06 Maret 2019 | 17:20 WIB

Studi: Tidur Panjang di Akhir Pekan Tidak Memiliki Dampak Positif

Studi: Tidur Panjang di Akhir Pekan Tidak Memiliki Dampak Positif

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 20:20 WIB

Bukannya Bersih, Wajah Wanita Ini seperti Dicakar Kucing Setelah Facial

Bukannya Bersih, Wajah Wanita Ini seperti Dicakar Kucing Setelah Facial

Health | Rabu, 06 Maret 2019 | 06:25 WIB

Dinyatakan Menopause, Wanita 50 Tahun Ini Melahirkan Bayi Laki-laki

Dinyatakan Menopause, Wanita 50 Tahun Ini Melahirkan Bayi Laki-laki

Health | Selasa, 05 Maret 2019 | 10:27 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×