Perlukah Khawatir Anak-anak Sering Kena Pilek dan Batuk?

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Minggu, 10 Maret 2019 | 17:05 WIB
Perlukah Khawatir Anak-anak Sering Kena Pilek dan Batuk?
Ilustrasi anak batuk, pilek dan demam. (Shutterstock)

Suara.com - Perlukah Khawatir Anak-anak Sering Kena Pilek dan Batuk?

Anak-anak usia awal sekolah dasar bisa terkena lima hingga tujuh kali infeksi saluran pernapasan atas (pilek, pilek, batuk) yang disebabkan oleh virus umum setiap tahunnya.

Mengutip Mother.ly, Infeksi ini paling sering terjadi antara bulan September dan Mei.

Dengan demikian, infeksi terjadi pada anak-anak normal dan sehat dengan sistem kekebalan tubuh normal rata-rata setiap bulan atau setiap bulan dalam setahun.

Tapi perlu diingat, itu bukan kesalahan orangtua, pusat penitipan anak atau sekolah. Itu juga bukan karena diet atau pola tidur mereka yang tidak baik atau apakah karena mereka berjalan melalui genangan air dengan kaki telanjang.

Bagaimanapun, infeksi ini adalah bagian normal untuk menumbuhkan kekebalan tubuh seseorang dan kita, sebagai orang orangtua, kena infeksi memang jauh lebih sedikit daripada anak-anak, karena fungsi kekebalan tubuh orang deasa cukup kuat dan mapan.

Meskipun sebagian besar dari infeksi virus ini adalah penyakit ringan yang tidak mengancam jiwa yang menyebabkan gejala yang membuat Anda sengsara. 

Karenanya, ada hal yang harus diperhatikan jika anak Anda mengalami demam, gangguan pernapasan, atau merasa tidak nyaman untuk mengikuti kegiatan sekolah atau berkegiatan di tempat penitipan pada siang hari. 

Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah merencanakan hal ini akan terjadi, karena cepat atau lambat pasti akan terjadi. Anda tak perlu terburu-buru membawanya ke dokter. 

baca juga

Tapi, jika pilek terjadi selama seminggu hingga 10 hari, peningkatan suhu tubuh atau demam yang tiba-tiba, sulit bernapas, timbulnya muntah, meningkatnya ketidaknyamanan atau rasa sakit, atau gejala baru lainnya, segera kunjungi dokter. Mungkin diperlukan antibiotik untuk mengobati apa yang mungkin merupakan infeksi bakteri sekunder.

Anda juga bisa melakukan vaksin, karena ini bisa sangat mengurangi jumlah infeksi bakteri sekunder ini. Tapi masih ada bakteri atau kuman yang tidak terwakili dalam vaksin yang dimiliki dan rekomendasikan.

Yang harus Anda ingat adalah, hal ini normal. Ketika anak-anak Anda bertambah besar, sistem kekebalan tubuh mereka menjadi lebih berkembang dan mereka perlahan-lahan akan lebih kuat. Mereka akan mmiliki penyakit virus yang lebih sedikit. Kita semua hidup melalui ini dan si kecil juga bakal demikian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Cokelat Bisa Sembuhkan Batuk, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Makan Cokelat Bisa Sembuhkan Batuk, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Health | Minggu, 10 Maret 2019 | 07:01 WIB

Benarkah Cokelat Bisa Atasi Batuk? Simak Ulasannya

Benarkah Cokelat Bisa Atasi Batuk? Simak Ulasannya

Health | Sabtu, 09 Maret 2019 | 16:09 WIB

Ini Alasan Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Ini Alasan Autoimun Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Health | Sabtu, 02 Maret 2019 | 22:30 WIB

Terkini

Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui

Efek Samping Menanam Pohon Jambu di Depan Rumah Menurut Feng Shui

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:45 WIB

Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren

Kang Edai, Sosok di Balik Warisan Budaya Desa Kemiren

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan

Sambil Tertawa, Jokowi Acungkan Jempol ke Prabowo Usai Dengar Pidato Kenegaraan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:39 WIB

6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem

6 Sepeda MTB yang Enteng Buat Nanjak, Rasio Gigi Spesial untuk Gowes Ekstrem

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:34 WIB

Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin

Tren Mobil Listrik Perlahan Lampaui Penjualan Mobil Bensin

Otomotif | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Komeng: MBG Bagus, Cuma Yang Kerja Engga Bener!

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Shin Tae-yong Genjot Fisik Persija Jakarta di Thailand, Stjepan Loncar: Saya Sangat Lelah

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:28 WIB

Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%

Dikelola dengan Akal Sehat, Setoran Dividen BUMN Justru Melonjak 400%

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG

Pelajar Trenggalek Dilarikan ke RSUD dr Soedomo Akibat Keracunan MBG

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Media Lokal Didorong Berbenah di Tengah Gempuran AI dan Media Sosial

Media Lokal Didorong Berbenah di Tengah Gempuran AI dan Media Sosial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 13:26 WIB

×