Kisah Louise Brown, Perempuan Pertama yang Lahir lewat Bayi Tabung

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Kisah Louise Brown, Perempuan Pertama yang Lahir lewat Bayi Tabung
Louise Brown bercerita soal pengalaman hidup sebagai bayi tabung pertama. [shutterstock]

Tahukah Anda siapa bayi pertama yang berhasil dilahirkan dengan metode bayi tabung?

Suara.com - Kisah Louise Brown, Perempuan Pertama yang Lahir lewat Bayi Tabung

In vitro fertilisation (IVF) alias fertilisasi in vitro menjadi salah satu metode kehamilan yang dipilih pasangan untuk memiliki anak.

Metode yang dikenal sebagai bayi tabung ini membawa harapan bagi setiap pasangan yang seringkali sudah merasa putus asa bahwa mereka tidak akan pernah bisa memiliki anak karena berbagai sebab.

Meski kini, sudah ada jutaan bayi yang lahir melalui metode bayi tabung, namun, tahukah Anda siapa bayi pertama yang berhasil dilahirkan dengan metode tersebut?

Louise Brown, perempuan pertama di dunia yang dilahirkan melalui bayi tabung, membuat dunia kesehatan di seluruh dunia gempar saat kelahirannya di tahun 1978.

Hal ini lumrah, mengingat adanya kontroversi dan perdebatan terkait etika prosedur bayi tabung di masa itu. Di sisi lain, bayi tabung juga menjadi suar harapan bagi jutaan pasangan di dunia yang tidak memiliki anak.

Louise Brown dilahirkan pada 25 July 1978. Pada The Independent dirinya bercerita, dia selalu senang menyambut hari ulang tahunnya, di mana, di seluruh dunia, tanggal tersebut juga dijadikan suatu perayaan yang menandai kelahiran bayi tabung, prosedur yang menyebabkan dirinya lahir ke dunia.

"Ketika saya lahir, Patrick Steptoe dan Robert Edwards, dua orang yang datang dengan teknik ini, menyarankan nama tengah saya menjadi Joy. Mereka mengatakan bahwa kelahiran saya akan membawa sukacita bagi banyak orang," kata dia.

Empat puluh tahun kemudian, jutaan bayi dilahirkan melalui prosedur bayi tabung. Tentunya banyak yang setuju bahwa ucapan mereka benar.

Saat itu, kata Louise, ibunya, Lesley Brown, pergi ke dokter untuk mengobati depresi karena ketidak mampuannya untuk memiliki anak bersama ayahnya, John.

Ketika mereka mendengar tentang eksperimen bayi tabung, harapan pun tumbuh meskipun hal ini belum pernah berhasil dilakukan sebelumnya.

Akhirnya usaha tersebut berhasil dan membuat semuanya bahagia. Bahkan, kata Louise, orang tuanya mencoba sekali lagi, dan melahirkan saudara perempuannya, Natalie yang lahir pada tahun 1982. Pada saat itu, Natalie adalah bayi yang lahir lewat metode bayi tabung ke-40 di dunia.

Ilustrasi proses bayi tabung alias in vitro fertilisation (IVF). (Shutterstock)
Ilustrasi proses bayi tabung alias in vitro fertilisation (IVF). (Shutterstock)

Sedihnya, kata Louise, para perintis bayi tabung Patrick Steptoe, Robert Edwards dan Jean Purdy telah meninggal dunia.

"Saya telah melihat bayi tabung tumbuh dari hanya di sebuah ruangan kecil di Oldham dengan ibu dan ayah saya, hingga akhirnya menjadi prosedur yang mengubah dunia," ungkap dia.

Perjalanan yang sama ada untuk setiap pasangan di masa sekarang ini dan berkat para pionir, jalan yang ditempuh pasangan dapat lebih mudah. Tentu saja, ada argumen tentang tingkat keberhasilan teknik yang berbeda.

Sayangnya, metode ini tidak selalu berhasil untuk semua orang. Metode bayi tabung, kata Louise sekarang merupakan industri mewah di seluruh dunia dan tergantung di mana Anda tinggal, bantuan apa yang tersedia dan berapa biayanya.

Kepada setiap pasangan yang menjalani metode ini untuk segera hamil, Louise mengatakan jangan pernah menyerah.

"Kepada para dokter dan embriolog saya berkata, terus bekerja dengan baik. Dan kepada semua yang terlibat membuat metode ini ke tahap yang lebih maju, saya katakan, terima kasih untuk semua yang telah Anda lakukan atas nama jutaan bayi," kata dia.

"Dulu saya adalah satu-satunya di dunia yang lahir karena bayi tabung. Sekarang, ada jutaan dari kita dan kita tidak bisa lagi diabaikan," tutup dia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS