Tragis, Depresi Bikin Ibu Tega Bunuh Anaknya yang Sakit Kanker

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Rabu, 27 Maret 2019 | 08:05 WIB
Tragis, Depresi Bikin Ibu Tega Bunuh Anaknya yang Sakit Kanker
Depresi, seorang ibu tega bunuh anak yang sedang sakit kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Tragis, Depresi Bikin Ibu Tega Bunuh Anaknya yang Sakit Kanker

Seorang dokter dari Belgia bernama Mehrnaz Didgar (51) dituntut hukuman lima tahun penjara setelah membunuh anaknya sendiri yang masih berusia 14 tahun, Eline, yang menderita kanker tiroid.

Mehrnaz sendiri adalah seorang ahli bedah saraf kenamaan di Eropa, namun ia dicurigai menderita gangguan jiwa depresi. Mehrnaz membunuh Eline dengan cara mencekik leher putrinya tersebut dengan plastik.

Hakim Peter Hartoch dari Pengadilan di Leuven, Belgia mengatakan bahwa putusan sidang terhadap Mehrnaz merupakan persidangan terberat dan paling sulit selama karirnya. Ia mengaku bersikap lunak karena Mehrnaz nihil catatan kriminal dan menunjukkan rasa bersalah yang sangat besar.

Baik Eline dan Mehrnaz memang diketahui mengalami depresi, akibat penyakit Eline. Eline mengalami kanker tiroid sejak usia 7 tahun, membuatnya membutuhkan perawatan ekstra dari sang ibu.

Itu juga yang membuat Mehrnaz pulang ke rumah membawa obat untuk diberikan kepada putrinya. Sesampainya di rumah, Mehrnaz mencekik leher putrinya yang tengah terlelap akibat pengaruh obat.

"Setelah itu dia mencekik dengan kantong plastik di mulut dan hidung selama lima belas menit," kata Hartoch, dilansir Mirror.

Setelah itu, Mehrnaz menelepon seorang teman dan memberi tahu apa yang telah ia lakukan. Ketika teman Mehrnaz menelepon polisi, ibu depresi itu memilih melarikan diri.

Satu jam kemudian, mobilnya terlihat berada di tepi jalan dengan kondisi ban kempes di kedua sisi.

baca juga

Di hadapan polisi, Mehrnaz mengakui tindakannya. Tapi itu semua ia lakukan karena sang putri memang sudah sangat ingin mati.

"Dia berkata 'mengapa kita menunggu kematian? Saya ingin mati sekarang'. Saya kosong, tak bernyawa, saya mengonsumsi obat yang biasanya saya berikan untuk pasien. Saya percaya bahwa kami berdua seharusnya mati." kata Mehrnaz di pengadilan.

Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan stres atau depresi. (Shutterstock)

Eline diketahui menderita kanker tiroid sejak usia 7 tahun dan sang ibu mengklaim bahwa putrinya semakin menderita seiring menginjak masa remaja.

Hal tersebut bertentangan dengan pernyataan Steven Pans, ayah Eline. Menurut Steven, putrinya tak menunjukkan tanda-tanda depresi dan ingin mati.

Kini, Mehrnaz mengaku sangat merasa bersalah. Ia menyesal telah membunuh putrinya, meskipun dengan alasan ingin menyelamatkannya dari penderitaan.

"JIka saya bisa memutar balik waktu, ini tidak akan terjadi. Sejak awal saya sangat benci disebut sebagai pembunuh. Saya bisa merasakan sakit yang Steven rasakan." kata Mehrnaz.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Bunuh Ibu Kandung karena Dengar Bisikan Wanita Gaib

Anak Bunuh Ibu Kandung karena Dengar Bisikan Wanita Gaib

News | Senin, 18 Maret 2019 | 16:44 WIB

Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Waduh, Kerja Lembur di Akhir Pekan Bisa Tingkatkan Risiko Depresi

Health | Jum'at, 15 Maret 2019 | 16:08 WIB

Depresi Foto Bugilnya Dijual di Medsos, Gadis Ini Bunuh Diri

Depresi Foto Bugilnya Dijual di Medsos, Gadis Ini Bunuh Diri

Health | Minggu, 03 Maret 2019 | 06:05 WIB

Terkini

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

×