Teknologi CRT Baru Jadi Solusi Pengobatan Pasien Gagal Jantung

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Selasa, 02 April 2019 | 18:43 WIB
Teknologi CRT Baru Jadi Solusi Pengobatan Pasien Gagal Jantung
CRT jadi harapan baru bagi pasien gagal jantung. (Shutterstock).

Suara.com - Teknologi CRT Baru Jadi Solusi Pengobatan Pasien Gagal Jantung 

Gagal jantung merupakan satu dari beberapa jenis penyakit yang menyerang jantung. Pada kondisi ini, jantung menjadi kaku atau lemah sehingga gagal dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Disampaikan Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), Guru besar FKUI yang juga merupakan ahli jantung dan pembuluh darah RS Columbia Asia Pulomas, gagal jantung dapat disebabkan banyak hal.

Secara garis besar penyebab terbanyak gagal jantung adalah penyakit jantung koroner 60-75 persen dengan beberapa penyebab yaitu hipertensi 75 persen, penyakit katup 10 persen, kardiomiopati dan sebab lainnya 10 persen.

Data menyebutkan, 87 persen dari data pasien penyakit jantung koroner yang meninggal mendadak di Indonesia menderita Aritmia. lni berarti jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat Aritmia sangat membahayakan bagi penduduk Indonesia.

"Aritmia merupakan penyakit yang dikenal dengan gangguan irama jantung. Aritmia dapat terjadi karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung. Berdebar merupakan gejala tersering dari aritmia, namun gejala aritmia cukup luas mulai dari berdebar, keleyengan, pingsan, stroke bahkan kematian mendadak. Jika ditangani dengan tepat, maka kematian mendadak akibat aritmia dapat dicegah," ujar Prof Yoga dalam temu media di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Dalam kesempatan yang sama, dr Dicky Armein Hanafy, SpJP (K), FIHA mengatakan bahwa prinsip utama dari pengobatan gagal jantung adalah manajemen seumur hidup. Terapi utama bisa dengan mengonsumsi obat-obatan jantung. Namun pada beberapa pasien, obat-obatan tidak memberi efek yang baik dalam mengembalikan fungsi jantung.

"Bila pada kasus tertentu dimana gagal jantung tidak dapat diatasi dengan terapi obat, maka terdapat pilihan lain seperti pemasangan alak elektronik kardiak implan. Alat ini dapat membantu dalam hal sinkronisasi kontraksi jantung agar lebih efektif," imbuhnya.

Alat elektronik kardiak implan atau Multipoint Pacing Cardiac Resynchronization Therapy Pacemaker (CRT), merupakan inovasi terbaru pada ilmu kedokteran khususnya bidang jantung dan pembuluh darah membawa kabar gembira dan menjadi harapan baru bagi pasien gagal jantung.

Dr Sunu Budhi Raharjo, PhD SpJP (K) mengatakan dengan teknologi ini terbukti dapat meningkatkan peluang harapan hidup pasien menjadi 34 persen. Bahkan kata dr Sunu, pasien yang sudah menjalani tindakan Multipoint Pacing CRT bisa mengalami penurunan gejala sesak napas yang menjadi hambatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

"Alat CRT itu ukurannya kecil, dipasang untuk mengembalikan gerak dinding-dinding jantung agar lebih sinkron. Tapi ada kriteria pasien yang mendapat CRT terbaru ini, pasien memang sudah gagal jantung lanjut simtomatik, yang sudah mendapatkan terapi farmakologis gagal jantung secara optimal," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali, Kerusakan Katup Jantung Seperti yang Dialami Mick Jagger

Kenali, Kerusakan Katup Jantung Seperti yang Dialami Mick Jagger

Health | Selasa, 02 April 2019 | 16:51 WIB

Tak Mesti Serangan Jantung, Sesak Napas  Juga Bisa Jadi Tanda Sakit Maag

Tak Mesti Serangan Jantung, Sesak Napas Juga Bisa Jadi Tanda Sakit Maag

Health | Jum'at, 29 Maret 2019 | 21:00 WIB

Konsumsi Telur Berlebihan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi Telur Berlebihan Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Health | Sabtu, 16 Maret 2019 | 14:09 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB