Kaya Protein, Ikan Teri Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Vika Widiastuti | Suara.com

Jum'at, 05 April 2019 | 07:38 WIB
Kaya Protein, Ikan Teri Bisa Bantu Turunkan Berat Badan
Ilustrasi ikan teri. (Shutterstock)

Suara.com - Ikan teri adalah makanan yang mudah ditemukan di pasar. Ikan ini juga dipercaya memiliki banyak manfaat untuk tubuh, salah satunya untuk menurunkan berat badan

Sejauh ini ikan teri memang dipercaya membantu meningkatkan kecerdasan otak dan menjaga kesehatan tubuh. Karena, ikan teri sangat kaya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurut Database Nutrien Nasional USDA, ikan teri kaya asam lemak omega 3, protein, vitamin dan mineral yang membantu menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, ikan teri juga mengandung zat besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium dan seng.

Ikan teri adalah sumber vitamin yang terbaik, seperti tiamin, riboflavin, niasin, folat, vitamin C, B12, A, E dan K. Serta mengandung lemak dan kolesterol yang baik.

Karena ikan teri termasuk jenis ikan air asin yang mengandung jumlah protein tinggi dan rendah kalori, kandungan itulah yang membuat ikan teri mampu membantu menurunkan berat badan.

Ikan teri salah satu ikan air asin yang bermanfaat memabntu penurunan berat badan dengan sejumlah kandungan nutrisinya (Pixabay/asjjuni0)
Ikan teri salah satu ikan air asin yang bermanfaat memabntu penurunan berat badan dengan sejumlah kandungan nutrisinya (Pixabay/asjjuni0)

Berdasarkan laporan American Journal of Clinical Nutrition dilansir HiMedik dari organicfacts.net, menemukan bahwa ikan teri cocok menjadi komponen utama dalam program diet karena kandungan proteinnya yang tinggi bisa membuat seseorang merasa cepat kenyang dan membatasi pola makan berlebih.

Meski begitu, ikan teri tetap memberikan cukup nutrisi tanpa memberikan kalori ekstra. Nutrisi itu pula yang membantu menjaga kesehatan tubuh sehingga seseorang akan mendapat banyak manfaat sekaligus kita mengonsumsi ikan teri.

Perlu diketahui juga ikan teri termasuk ikan yang mengandung merkuri lebih sedikit dibandingkan ikan lainnya, seperti ikan tuna yang dianggap bagus untuk dikonsumsi.

Cara mengonsumsi ikan teri pun cukup bervariasi dan bisa disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan masing-masing orang. Adapun beberapa cara mengonsumsi ikan teri seperti berikut ini:

1. Ikan teri bisa dimakan mentah sebagai afrodisiak, tetapi cara ini dapat menyebabkan infeksi parasit.

2. Mengolah dan mengonsumsi ikan teri setelah dibekukan cukup lama

3. Konsumsi ikan teri sebagai campuran sambal

4. Menggunakan ikan teri sebagai campuran kari, sup, mie atau makanan lainnya.

5. Olah ikan teri dengan cara dipanggang, digoreng atau difermentasi. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hiii, Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Jarang Membersihkan Pusar

Hiii, Ini yang Akan Terjadi Jika Kamu Jarang Membersihkan Pusar

Health | Rabu, 03 April 2019 | 07:41 WIB

Bahaya Seks Oral, Bisa Sebabkan Stres hingga Kanker

Bahaya Seks Oral, Bisa Sebabkan Stres hingga Kanker

Health | Sabtu, 30 Maret 2019 | 19:34 WIB

Jangan Lupa Pakai Sunscreen Sebelum Manikur, Ini Alasannya

Jangan Lupa Pakai Sunscreen Sebelum Manikur, Ini Alasannya

Health | Jum'at, 29 Maret 2019 | 06:50 WIB

Pakar Sebut Terlalu Serius Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Pakar Sebut Terlalu Serius Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Alasannya

Health | Rabu, 27 Maret 2019 | 06:55 WIB

Turun Berat Badan dengan Diet Dash yang Juga Sehat, Coba Yuk

Turun Berat Badan dengan Diet Dash yang Juga Sehat, Coba Yuk

Lifestyle | Senin, 25 Maret 2019 | 16:30 WIB

Ingin Gigi Anak Sehat, Ibu Hamil Dianjurkan Banyak Makan Ikan Teri

Ingin Gigi Anak Sehat, Ibu Hamil Dianjurkan Banyak Makan Ikan Teri

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 17:05 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB