Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Rabu, 10 April 2019 | 15:13 WIB
Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi
Justice for Audrey [Suara.com/Ema Rohimah]

Suara.com - Audrey Alami Taruma Berat, Psikolog Sarankan 2 Metode Terapi.

Kasus kekerasan dan penganiayaan yang menimpa seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Audrey berusia 14 tahun di kota Pontianak, Kalimantan Barat telah menyita perhatian publik. Sejak semalam, jagad maya ramai dipenuhi tagar #justiceforaudrey.

Natizen meminta polisi berlaku adil dengan memberi hukuman seberat-beratnya kepada pelaku penganiayaan yaitu siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berjumlah 12 orang. AU di-bully, juga disiksa secara fisik hingga terjadi pendarahan di beberapa bagian tubuhnya. Para pelaku bahkan melakukan kekerasan pada kemaluan korban.

Atas kejadian tersebut, publik menilai tidak pantas seorang remaja perempuan mendapat perlakukan kasar dan aniaya dari remaja perempuan lainnya hanya karena soal asmara dan saling sindir status di media sosial.

Mengamati kasus ini, Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Suarti Ariani mengatakan, korban mengalami kekerasan berlapis, baik secara fisik yang parah dan psikis. Untuk menyembuhkannya korban harus menjalani dua metode penyembuhan, baik secara klinis dan terapi pisikologis.

Menurut psikolog jebolan Universitas Indonesia ini, ada banyak metode penyembuhan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan trauma psikologis yang dialami korban AU. Salah satu caranya ialah dengan metode bermain.

“Mengingat usia korban yang masih remaja, permainan yang bisa dilakukan adalah dengan menerapkan jenis-jenis permainan yang mengandung unsur kerja sama. Sebab, mungkin saja korban mengalami krisis kepercayaan baik terhadap diri sendiri atau dengan orang lain,” ungkap Anna Surti saat ditemui Suara.com di kawasan Kebayoran Baru, Rabu (10/4/2019).

Melalui permainan yang mengandung kerja sama, nanti akan muncul lagi rasa percaya dalam dirinya maupun terhadap orang lain. Tujuannya untuk mengungkap kasus kekerasan yang dialami oleh korban sendiri.

baca juga

“Paling tidak korban bisa menceritakan kejadian yang telah ia alami untuk proses pemeriksaan yang dibutuhkan oleh pihak berwajib,” lanjut psikolog yang akrab disapa Mba Nina ini.

Dengan menerapkan metode bermain untuk menyembuhkan trauma, diharapkan bisa menghilangkan kesedihan yang dialami korban, mengembalikan lagi keceriaan dan senyuman, serta kepercayaan diri untuk kembali melanjutkan hidupnya, seperti menjalani kegiatan sehari-hari, seperti bersekolah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dianiaya 12 Siswi SMA karena Asmara, Kapolda: Audrey Masih Alami Depresi

Dianiaya 12 Siswi SMA karena Asmara, Kapolda: Audrey Masih Alami Depresi

News | Rabu, 10 April 2019 | 15:01 WIB

Hasil Visum Ungkap Kondisi Organ Vital Audrey yang Dianiaya 12 Siswi SMA

Hasil Visum Ungkap Kondisi Organ Vital Audrey yang Dianiaya 12 Siswi SMA

News | Rabu, 10 April 2019 | 14:09 WIB

Menteri Yohana Kecam Pelaku Penganiayaan Audrey

Menteri Yohana Kecam Pelaku Penganiayaan Audrey

Health | Rabu, 10 April 2019 | 13:54 WIB

Terkini

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

×