alexametrics

Tips Diet Selama Puasa Agar Tubuh Tetap Langsing ala Youtuber Clarin Hayes

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia
Tips Diet Selama Puasa Agar Tubuh Tetap Langsing ala Youtuber Clarin Hayes
Tips diet ala youtuber Clarin Hayes [youtube]

Waspada tubuh berisiko kembali ke berat badan awal atau justru naik drastis.

Suara.com - Tips Diet Selama Puasa Agar Tubuh Tetap Langsing.

Momen berpuasa memang kerap mendatangkan manfaat penurunan berat badan. Namun biasanya penurunan berat badan ini gagal karena seseorang kalap saat makan sahur dan berbuka.

Youtuber Clarin Hayes, merupakan dokter lulusan Universitas Diponegoro. Ia mengungkap alasan mengapa orang kerap gagal mengalami penurunan berat badan meski telah berpuasa selama sebulan penuh.

Dalam video berdurasi 10.50 menit ini Clarin menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya mengalami penurunan metabolisme ketika kekurangan makanan. Kalaupun berat badan turun saat berpuasa, hanya mampu bertahan hingga 10-14 hari. Setelahnya tubuh berisiko kembali ke berat badan awal atau justru naik drastis.

Baca Juga: Diam-diam Ganti Diet Vegan Pacarnya, Lelaki Ini Dihujat Netizen

"Badan punya mekanisme pertahanan diri. Ketika kekurangan makanan badan akan beradaptasi agar makanan cukup. Kalau kelaparan atau cadangan makanan menipis supaya badan tetap berfungsi, tubuh memperlambat metabolismenya. Penggunaan energi semakin tipis dalam kondisi kelaparan karena puasa sehigga kalau ada makanan masuk berat badan justru lebih cepat naik," ujar dia.

Ilustrasi kegemukan (obesitas). (sumber: Shutterstock)
Ilustrasi kegemukan (obesitas). (sumber: Shutterstock)

Itu sebabnya Clarin mengingatkan agar seseorang tidak boleh makan sesuka hati ketika berbuka atau sahur agar tubuh tidak melambat metabolismenya. Ia juga mengungkapkan beberapa cara agar diet selama puasa bisa berhasil menurunkan berat badan dan membuat tubuh langsing.

Pertama, kata Clarin, usahakan tetap berolahraga selama berpuasa. Waktu yang tepat untuk berolahraga selama puasa kata Clarin adalah menjelang berbuka puasa. Dengan berolahraga, otot, kata dia, berkerja untuk membakar energi sehingga meningkatkan metabolisme tubuh.

"Setelah olahraga dalam 30 menit harus ada cairan atau asupan yang masuk biar nggak dehidrasi atau hipoglikemik. Sehingga waktu tepat olahraga di bulan puasa itu sore hari jelang berbuka puasa. Buka langsung minum dan makan. Jadi sinergis banget olahraga jelang buka, terus makan," ungkapnya.

Cara kedua yang harus Anda penuhi adalah mendapatkan tidur yang cukup. Tidur kata Clarin dapat meningkatkan metabolisme. Ketiga, usahakan pilih makanan dengan indeks glikemik rendah saat berbuka atau sahur sehingga tubuh tidak cepat merasa kenyang dan cepat merasa lapar.

Baca Juga: Jangan Sering Berikan Soda Diet untuk Anak-anak, Ini Risikonya

"Makanan dengan indeks glikemik rendah tidak membebani kerja insulin dalam merespon glukosa di dalam makanan. Hal ini membiat kenaikan gula dalam darah tidak terlalu tinggi. Stabil dan bertahan lama di darah. Ketika tahan lama kita nggak terlalu cepat lapar," ujarnya.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Komentar