Sering Jadi Tempat Curhat, Kesehatan Mental Bisa Terancam?

Silfa Humairah Utami, Rima Sekarani Imamun Nissa

Senin, 13 Mei 2019 | 11:30 WIB
Sering Jadi Tempat Curhat, Kesehatan Mental Bisa Terancam?
Ilustrasi mendengarkan curhat bisa menimbulkan masalah kesehatan. (Pinterest)

Suara.com - Menjadi teman yang baik seringkali membuat kamu jadi pendengar yang baik pula mendengar curhatan sahabat.

Namun, Siapa yang kerap menjadi tempat curhat teman, entah itu masalah berat atau sekadar mengeluarkan perasaan yang mengganjal di hati bisa berdampak buruk bagi kesehatan si pendengar.

Sebagian besar orang senang mencurahkan isi hati dan kegalauannya pada orang terdekat agar lebih tenang. Hanya saja, nyatanya tidak semua orang memiliki kondisi psikologis cukup baik untuk mendengarkan curhatan.

Dr. Dedy Susanto, doktor psikologi, melalui instagram pribadinya memperingatkan semua orang yang sering menjadi tempat curhat. Dia menyarankan untuk lebih mengurangi kebiasaan tersebut dan menyadari kondisi diri sendiri.

''Buat kamu yang sering terima curhat. Hati-hati ya, niat kamu baik namun ada transfer of energy. Mereka lega namun tanpa sadar kamu menampung semuanya,'' tulis Dr Dedy Susanto, belum lama ini dilansir Dewiku dari Himedik.

Ia pun menyebutkan sinyal-sinyal seseorang harus mulai menghentikan kebiasaan buruk mendengarkan curhatan orang lain. Ada beberapa gejala-gejala tertentu yang perlu diperhatikan, seperti migrain, susah tidur, hingga sensitif berlebihan.

''Cek indikatornya, bila tidur tidak nyenyak, migrain, maag, sensitif dan kepala atau dada terasa penuh. Jangan lanjutkan jadi penerima curhat. Karena, tidak semua orang ditakdirkan untuk ini. Jangan memaksakan diri nanti rembetannya ke keluargamu, bakal sensi nggak jelas ke keluargamu.''

Dr. Dedy Susanto juga menyarankan untuk seseorang mengajak temannya yang sering menjadi teman curhat berjalan-jalan agar lebih rileks.

Melansir dari inc.com, Trevor Blake juga pernah menyatakan bahwa terlalu sering mendengar keluhan seseorang bisa memberikan pengaruh buruk pada otak.

baca juga

Otak bekerja sama kerasnya dengan otot dan lebih dari yang kita ketahui selama ini. Jika membiarkan pikiran terus mendengarkan keluhan orang lain, terlebih keluhan negatif, kondisi tersebut justru membuat diri kita cenderung berperilaku seperti itu juga.

Pada kondisi yang lebih buruk lagi, terlalu sering mendengarkan curhatan negatif juga membuat kita menjadi bodoh. Kok, bisa?

Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan curhatan dan keluhan selama 30 menit atau lebih bisa berefek mengupas neuron di hippocampus otak. Padahal itulah bagian otak yang paling diperlukan untuk memecahkan masalah.

Aduh, niat baik mendengarkan masalah atau hanya mendengar curhat teman malah bisa memberikan masalah mental pada Anda. Mulai kenali diri apakah Anda bisa menjadi pendengar atau tidak? Dan jika gejala di atas muncul, maka sebaiknya utamakan kesehatan Anda. 

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Insomnia Bisa Disebabkan dari Masalah Mental yang Dimiliki, Apa Saja?

Insomnia Bisa Disebabkan dari Masalah Mental yang Dimiliki, Apa Saja?

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 15:30 WIB

Alasan Kebiasaan Menggigit Kuku Berbahaya Bagi Kesehatan

Alasan Kebiasaan Menggigit Kuku Berbahaya Bagi Kesehatan

Health | Rabu, 27 Februari 2019 | 16:15 WIB

Awas  4 Masalah Mental yang Rentan Terjadi pada Pekerja Kantor

Awas 4 Masalah Mental yang Rentan Terjadi pada Pekerja Kantor

Health | Jum'at, 15 Februari 2019 | 16:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bukan Cuma Gaji, Mental Karyawan Jadi Penentu Produktivitas Kerja

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:10 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Mensos Ungkap Lima Tenaga Pendidik Sekolah Rakyat Dipecat, Termasuk Kepala Sekolah

Bogor | Rabu, 04 November 2026 | 19:03 WIB

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Surplus Dagang RI Menyusut Jadi 3,36 Miliar Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:01 WIB

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Tren Budaya Lokal di Tangan Gen Z: Benar Merawat Tradisi atau Cuma Konten?

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Politisi Gerindra Singgung Penyandang Dana Kasus Penyadapan Prabowo, Siapa Dia?

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 19:00 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

×