Macet Saat Mudik Bikin Tekanan Darah Naik? Begini Penjelasan Dokter

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia | Suara.com

Sabtu, 18 Mei 2019 | 11:10 WIB
Macet Saat Mudik Bikin Tekanan Darah Naik? Begini Penjelasan Dokter
Ilustrasi seorang lelaki mengepalkan tangannya akibat stres saat berkendara [Shutterstock].

Suara.com - Di pengujung Ramadan, masyarakat Indonesia bakal melakukan tradisi mudik menuju kampung halaman, menyambut Lebaran 2019 atau Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Bagi pemudik yang pulang kampung melalui jalur darat dan menggunakan kendaraan pribadi atau bis, macet adalah masalah yang selalu dihadapi dari tahun ke tahun. Belasan bahkan puluhan jam berhadapan dengan kemacetan mampu membuat seseorang stres.

Apakah stres karena kemacetan dalam perjalanan mudik bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah?

Disampaikan Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH), dr Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, stres karena macet memang bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah, namun bersifat sementara.

Untuk itu ia mengimbau agar pemudik alias mudikers yang memiliki riwayat hipertensi untuk selalu menyediakan obat anti hipertensi selama perjalanan.

"Mudik itu saya kira kalau sudah hipertensi, obat anti hipertensi harus dimakan. Umumnya tipe "long acting" atau sekali makan. Kemudian di dalam perjalanan, tentu cukup minum dan tidak banyak konsumsi garam. Di rest area, semua hidangan berjenis fast food. Itu garam cukup tinggi. Kalau bisa dihindari," ujar dr Tunggul dalam temu media Peringatan Hari Hipertensi Sedunia di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Sementara itu, dalam kesempatan lain, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS MMC Jakarta, Rossana Barack, juga mengimbau agar pemudik tidak memforsir diri dalam perjalanan. Beristirahat setiap tiga jam sekali penting untuk dilakukan, agar tetap fit selama mudik menuju kampung halaman.

"Kalau mau mudik tentu sudah tahu apa yang akan dihadapi. Apalagi macet sudah selalu terjadi selama mudik. Kalau capek, ya istirahat. Jika perlu cek tekanan darah selama mudik, di pos-pos kesehatan biasanya disediakan," ujar dokter yang akrab disapa Nako ini dalam temu media beberapa waktu lalu.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Sedangkan bagi pemudik dengan riwayat memiliki hipertensi, ia mengimbau untuk membawa obat dan tetap menjalani aturan minum secara teratur demi menjaga tekanan darah tetap normal.

Begitu pun dengan persediaan obat, dipastikan cukup hingga waktu pulang menuju tempat tinggalnya setelah Lebaran.

"Obat dibawa dan diminum sesuai aturan. Istirahat yang cukup, intinya jangan memforsir diri meski sedang mudik," imbuhnya.

Hal ini harus dipatuhi penderita hipertensi, karena jika tekanan darah meningkat drastis, dikhawatirkan berbagai risiko penyakit akan timbul mulai dari serangan jantung hingga stroke.

"Kalau naiknya tiba-tiba maka akan berakibat fatal ke otak dan memicu stroke," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemudik Silakan Catat: Sistem Tol Satu Arah untuk Mudik dan Balik 2019

Pemudik Silakan Catat: Sistem Tol Satu Arah untuk Mudik dan Balik 2019

Otomotif | Sabtu, 18 Mei 2019 | 05:20 WIB

Suka Marah-Marah Tanda Hipertensi?

Suka Marah-Marah Tanda Hipertensi?

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 13:03 WIB

Pemudik Bermobil Tembus 5,6 Juta, Pantura Bukan Pilihan Utama

Pemudik Bermobil Tembus 5,6 Juta, Pantura Bukan Pilihan Utama

Otomotif | Jum'at, 17 Mei 2019 | 09:15 WIB

Terkini

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB