Perawatan Kuno Tali Pusar Bisa Mengancam Nyawa Bayi, Ini Kata Dokter

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Minggu, 19 Mei 2019 | 09:31 WIB
Perawatan Kuno Tali Pusar Bisa Mengancam Nyawa Bayi, Ini Kata Dokter
Tali pusat atau tali pusar. (Shutterstock)

Suara.com - Sejumlah masyarakat masih mempercayai dan melakukan berbagai perawatan tradisional pada bayi baru lahir dengan keyakinannya sendiri tanpa campur tangan dokter ahli. Padahal perawatan kuno atau perawatan tradisional itu bisa saja membahayakan bayi yang baru lahir.

Rivadin Nurwan, dokter spesialis anak ini pun membagikan kasus bayi baru lahir yang menjadi korban perawatan tradisional 'asal-asalan' hingga mengalami sakit parah melalui akun Facebook pribadinya.

Tak hanya satu bayi, Rivadin membagikan sejumlah bayi yang sering dilarikan ke RSUD di Marabose, Maluku, dengan kondisi serta permasalahan sama.

Rivadin menyatakan bayi-bayi tersebut mengalami sakit berat akibat kebiasaan orang tua melakukan perawatan kuno yang sudah lama tumbuh di tengah masyarakat tanpa mengetahui baik dan buruknya.

Pada kasus bayi pertama, Rivadin menunjukkan tali pusar bayi yang ditaburi campuran bedak dan kunyit. Lalu, tali pusar bayi kedua yang ditaburi tumbukan halus jahe bakar.

Kondisi bayi pertama yang tali pusarnya ditaburi bedak dan kunyit (Facebook/Rivandi Nurwan)
Kondisi bayi pertama yang tali pusarnya ditaburi bedak dan kunyit (Facebook/Rivandi Nurwan)

Terakhir, Rivadin menunjukkan sebuah selang kecil yang menyambung pada lambung. Terlihat ada warna coklat dan merah pada selang tersebut yang menandakan terjadinya perdarahan di lambung bayi ketiga.

"Di bawah ini ada beberapa contoh bayi yang dibawa ke RSUD di Marabose. Bayi-bayi ini sakit berat karena kebiasaan perawatan bayi baru lahir di masyarakat yang tidak benar," ungkap Rivadin.

Ia menceritakan, bayi ketiga telah diberi minum kopi atau perasan daun pare karena dipercaya dapat membantu membersihkan saluran pencernaannya.

Rivadin Nurwan sebagai dokter spesialis anak lantas menjelaskan penyebab ketiga bayi tersebut mengalami kondisi kritis setelah mendapatkan berbagai macam perawatan tradisional.

baca juga

Dia menegaskan, tali pusar bayi tidak perlu ditaburi atau dioles apapun, sekali pun bahan-bahan alami rumahan. Ia meminta orangtua untuk membiarkan tali pusar bayi terbuka dan kering dengan sendirinya. Sebab, tali pusar bayi akan mengering lalu lepas dengan sendirinya sekitar 5-14 hari setelah lahir.

Kondisi bayi kedua yang tali pusarnya diberi tumbukan jahe bakar (Facebook/Rivandi Nurwan)
Kondisi bayi kedua yang tali pusarnya diberi tumbukan jahe bakar (Facebook/Rivandi Nurwan)

Selain itu, Rivandi juga menegaskan bahwa minuman yang diperbolehkan dan sangat baik untuk bayi baru lahir hanya ASI. Pemberian minuman selain ASI pada bayi, seperti kopi maupun ramuan alami lainnya sangat tidak dianjurkan.

"Minuman terbaik untuk bayi baru lahir adalah ASI. Pemberian kopi atau perasan daun pare dengan keyakinan supaya pencernaan bayi bersih, menghilangkan lendir, supaya bayi kuat dan tidak kejang adalah kepercayaan yang tidak benar," terangnya.

Rivandi pun mengungkapkan, menurutnya hal yang wajar jika kotoran bayi baru lahir berwarna gelap. Kondisi tersebut akan berangsur normal alias kotoran bayi bakal menjadi kuning setelah mendapat asupan ASI yang cukup.

Oleh karena itu, Rivandi Nurwan meminta kepada orang tua agar tidak lagi melakukan perawatan tradisional atau memberi ramuan alami apapun kepada bayi yang baru lahir tanpa saran dari dokter ahli. Sebab, hal tersebut bisa saja malah membahayakan nyawa bayi baru lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ali Kembali Beraksi, Kali Ini Buah Hati Tasya Kamila Jadi 'Sasaran'

Dokter Ali Kembali Beraksi, Kali Ini Buah Hati Tasya Kamila Jadi 'Sasaran'

Health | Sabtu, 18 Mei 2019 | 12:10 WIB

20 Juta Lebih Bayi Lahir dengan Berat Rendah, Terancam Alami Kondisi Ini

20 Juta Lebih Bayi Lahir dengan Berat Rendah, Terancam Alami Kondisi Ini

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 11:17 WIB

Langka! Bayi Baru Lahir Ini Punya 2 Gigi yang Tumbuh Sempurna

Langka! Bayi Baru Lahir Ini Punya 2 Gigi yang Tumbuh Sempurna

Health | Rabu, 08 Mei 2019 | 10:32 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×