Tidak Semua Ibu Siap Bercinta Pascapersalinan, Ini Alasannya

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 21 Mei 2019 | 19:05 WIB
Tidak Semua Ibu Siap Bercinta Pascapersalinan, Ini Alasannya
Bercinta mungkin sulit dilakukan ibu pascapersalinan. (Shutterstock)

Suara.com - Tidak Semua Ibu Siap Bercinta Pascapersalinan, Ini Alasannya

Setelah memiliki bayi, kehidupan ibu baru bisa berubah 180 derajat. Mereka harus merawat bayi dengan waktu tidur yang jauh berkurang.

Hal ini tentunya bisa membawa pengaruh terhadap hubungan mereka dengan suami, termasuk menyangkut hubungan seks.

Dilansir Motherly, melakukan hubungan seks dengan pasangan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi banyak ibu pascapersalinan. Memang, tak ada masa tunggu khusus untuk berhubungan seks pascapersalinan.

Tetapi, banyak dokter dan bidan merekomendasikan untuk menunggu empat hingga enam minggu setelah melahirkan, atau sampai ibu merasa nyaman melanjutkan aktivitas seksual.

The Mayo Clinic mengatakan bahwa ketika berhubungan seks pascapersalinan, ibu harus menetapkan batas waktu sendiri. Beberapa ibu ingin berhubungan seks pada enam minggu pascapersalinan, tetapi banyak yang belum siap melakukannya.

Sayangnya, hasil survei State of Motherhood 2019 mengungkapkan bahwa hampir sepertiga atau 31 persen ibu Millenial mengatakan mereka melakukan hubungan seks dengan pasangan sebelum mereka merasa siap untuk melakukannya.

Survei dari Motherly tersebut menemukan bahwa 53 persen ibu mulai merasa tertarik untuk berhubungan seks lagi saat enam minggu, dan 11 persen ibu menemukan mereka tertarik untuk berhubungan seks sebelum enam minggu pascapersalinan.

Sebanyak 67 persen ibu di bawah usia 30 tahun melaporkan siap untuk berhubungan seks pada enam minggu pascapersalinan. Sementara 54 persen ibu berusia antara 30 dan 34 tahun merasa siap pada enam minggu, dan 44 persen ibu di atas 35 tahun melakukannya.

Tetapi untuk sejumlah besar ibu, atau hampir 40 persen dibutuhkan jauh lebih lama dari enam minggu, antara enam bulan dan satu tahun pasca persalinan, untuk berhubungan seks lagi dan tidak ada yang salah dengan itu.

"Lanjutkan kehidupan seksmu, dengan syaratmu, setelah melahirkan bisa memberdayakan, dan mari kita jujur. Jika seorang perempuan merasa siap secara mental dan fisik untuk berhubungan seks, dia harus mendengarkan tubuhnya dan semua yang dia tahu tentang itu, dan lakukanlah," kata Diana Spalding, bidan dan Editor Pendidikan Digital Motherly.

Sentuhan ibu dan bayi  [shutterstock]
Sentuhan ibu dan bayi [shutterstock]

Setelah meninjau hasil survei yang melihat 6.457 responden dengan menjawab pertanyaan online antara 28 Maret dan 11 April 2019, Spalding khawatir tentang mengapa begitu banyak ibu milenial berhubungan seks sebelum mereka siap.

"Berhubungan seks pascamelahirkan sebelum ibu siap itu menyusahkan. Pertama, jika mereka menderita disfungsi dasar panggul atau cedera vagina, anal, atau vulva akibat kehamilan dan kelahiran, mereka memerlukan perhatian medis yang tepat sebelum melakukan hubungan seks, yang selanjutnya bisa melukai mereka, "dia menjelaskan.

Spalding juga menambahkan bahwa kurangnya pendidikan di sekitar dan perhatian terhadap cedera kelahiran adalah kekurangan yang tidak dapat diterima.

Dia juga ingin para ibu untuk berbicara dengan dokter mereka tentang masalah penyembuhan pascamelahirkan yang mungkin mereka miliki, dan bagi pasangan, juga masyarakat untuk bisa mengurangi tekanan pada ibu untuk melanjutkan aktivitas seksual.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Baru Saja Melahirkan, Wanita Ini Langsung Menopause karena Penyakit Kronis!

Baru Saja Melahirkan, Wanita Ini Langsung Menopause karena Penyakit Kronis!

Health | Senin, 20 Mei 2019 | 15:35 WIB

Juminem Lahirkan Bayi Laki-laki Kembar Tiga dalam Waku 10 Menit

Juminem Lahirkan Bayi Laki-laki Kembar Tiga dalam Waku 10 Menit

Jawa Tengah | Minggu, 19 Mei 2019 | 13:23 WIB

Menarik, Gambar 3D Ini Jelaskan Bagaimana Kepala Bayi Terjepit saat Lahir

Menarik, Gambar 3D Ini Jelaskan Bagaimana Kepala Bayi Terjepit saat Lahir

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 07:40 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB