Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Kamis, 02 Mei 2019 | 19:11 WIB
Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan
Ilustrasi ibu kelelahan dan stres pasca melahirkan. [shutterstock]

Suara.com - Lebih dari 50 Persen Ibu Baru Tak Dapat Dukungan Mental Pasca Persalinan

Sebuah survei nasional oleh Maven, sebuah klinik digital untuk perempuan mengungkapkan, bahwa lebih dari setengah ibu baru tidak mendapatkan dukungan kesehatan mental selama atau setelah kehamilan.

Padahal, jumlah ibu baru yang mengalami hal ini tak bisa dibilang sedikit. Di Amerika Serikat (AS) 1 dari 5 ibu baru dilaporkan menderita gangguan suasana hati dan kegelisahan perinatal.

Meskipun kesadaran tentang bagaimana kesehatan mental ibu akan berdampak pada anak-anak mereka semakin meningkat, banyak ibu baru masih belum mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Mengenali masalah ini mungkin merupakan langkah pertama dalam mengubahnya.

Kate Ryder, pendiri dan CEO Maven, mengatakan kepada Motherly bahwa narasi utama tentang kesehatan mental ibu terutama seputar depresi pascapersalinan, tapi sebenarnya ada banyak masalah lain yang dihadapi perempuan, khususnya ibu baru.

Memang, kecemasan perinatal adalah masalah besar. Dari 700 ibu yang Maven survei, 23 persen melaporkan mereka hanya menderita depresi, sementara sebagian besar 55 persennya merasakan gejala depresi dan kecemasan.

Ikustrasi depresi pascamelahirkan. (Shutterstock)
Ikustrasi depresi pasca melahirkan. (Shutterstock)

Tak hanya itu, 54 persen ibu baru yang disurvei Maven mengatakan mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan, karena mereka tidak pernah diperiksa untuk masalah seperti itu selama perawatan sebelum dan sesudah kelahiran.

"Kami ingin menjelaskan topik ini secara umum, dan menggambarkan bahwa ada banyak perempuan saat ini menderita beberapa bentuk masalah kesehatan mental ibu dalam keheningan. tanpa diagnosis, dan tanpa dukungan," kata Ryder, dilansir Motherly.

baca juga

Data dari Maven menunjukkan bahwa profesional kesehatan mungkin perlu meningkatkan pemeriksaan mereka, tak hanya untuk kondisi kehamilan saja, melainkan juga gangguan suasana hati perinatal dan postpartum.

Meskipun ada pedoman untuk skrining depresi pascapersalinan, American College of Obstetricians dan Gynecologists menyarankan dokter dapat memeriksa pasien setidaknya sekali selama periode perinatal untuk depresi dan gejala kecemasan menggunakan alat standar yang divalidasi. Penyedia kebidanan juga harus siap untuk memulai pengobatan dan merujuk pasien sesuai kebutuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Smiling Depression, Serangan Depresi di Balik Topeng Bahagia

Smiling Depression, Serangan Depresi di Balik Topeng Bahagia

Lifestyle | Kamis, 02 Mei 2019 | 09:59 WIB

Mengamuk sambil Telanjang dan Bakar Diri, Siti Diduga Alami Depresi

Mengamuk sambil Telanjang dan Bakar Diri, Siti Diduga Alami Depresi

Jatim | Sabtu, 20 April 2019 | 21:43 WIB

Depresi Pasca-melahirkan, Ibu Ini Dihantui 10 Kali Ketakutan Anaknya Mati

Depresi Pasca-melahirkan, Ibu Ini Dihantui 10 Kali Ketakutan Anaknya Mati

Health | Rabu, 10 April 2019 | 13:08 WIB

Terkini

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:24 WIB

×