alexametrics

Temuan Menarik, Puasa Ramadan Efektif Cegah Diabetes

RR Ukirsari Manggalani | Firsta Nodia
Temuan Menarik, Puasa Ramadan Efektif Cegah Diabetes
Ilustrasi: Peneliti menemukan bahwa puasa Ramadan efektif mencegah diabetes. [Shutterstock].

Tak saja menjadi bagian dari ibadah, namun kesehatan, khususnya sensitivitas terhadap insulin.

Suara.com - Temuan Menarik, Puasa Ramadan Efektif Cegah Diabetes

Berpuasa adalah praktik yang mewajibkan seseorang tidak makan terlalu banyak atau tidak makan apa pun, dalam kurun waktu beberapa jam. Biasanya, dilakukan untuk tujuan keagamaan atau religi, seperti halnya puasa Ramadan.

Namun, selama beberapa dekade terakhir, praktik ini telah berkembang dari praktik keagamaan menjadi metode diet, karena dipercaya mampu meningkatkan metabolisme atau menurunkan berat badan.

Baca Juga: Ingin Dapatkan Manfaat Puasa, Jangan Lakukan 5 hal Ini saat Berbuka

Sebagai contoh, suatu studi menunjukkan bahwa membatasi asupan makanan bisa meningkatkan aktivitas metabolisme dan bahkan dapat membantu melawan penuaan. Studi lain menyebutkan, puasa dapat meningkatkan kesehatan usus dan memperkuat ritme sirkadian.

Namun studi terkini menyoroti, manfaat berpuasa seperti yang dilakukan oleh umat Islam selama bulan Ramadan, di mana mereka berpuasa selama 14 jam dari subuh hingga matahari terbenam.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ayse Leyla Mindikoglu, seorang profesor kedokteran dan bedah di  Baylor College of Medicine, Texas, Amerika Serikat, menemukan bahwa berpuasa selama sebulan bisa membantu meningkatkan resistensi insulin. Hal ini kemudian dapat membantu seseorang melawan diabetes.

Ilustrasi: Puasa Ramadan ternyata bisa mencegah diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi: Puasa Ramadan ternyata bisa mencegah diabetes. (Shutterstock)

Untuk mengarah pada temuan ini, Dr.Ayse Leyla Mindikoglu dan rekan-rekannya mempelajari 14 orang sehat yang berpuasa setiap hari selama 15 jam. Saat berpuasa, para peserta tidak mengonsumsi makanan atau minuman.

Para peneliti kemudian mengambil sampel darah dari mereka pada awal puasa. Para peneliti juga mengambil sampel darah setelah responden menjalani empat minggu ibadah puasa.

Baca Juga: Bukan Cuma Fisik, Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Mental

Hasil penelitian menunjukkan responden yang berpuasa selama sebulan memiliki tingkat yang lebih tinggi dari tropomyosin 1, 3 dan 4. Tropomyosin adalah jenis protein yang dikenal untuk mengatur kontraksi jantung dan otot rangka tubuh. Protein ini juga membantu meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Komentar