Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Anak di Bulan Puasa

Silfa Humairah Utami | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2019 | 05:00 WIB
Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Anak di Bulan Puasa
Ilustrasi penuhi gizi dan nutrisi anak selama berpuasa. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Tips Penuhi Kebutuhan Nutrisi dan Gizi Anak di Bulan Puasa.

Bulan puasa menjadi momen mengajarkan anak berpuasa sedari dini. Hal itu membawa banyak manfaat untuk tumbuh kembangnya.

Oleh sebab itu, perhatian lebih untuk nutrisi dan gizinya pun harus dipenuhi agar ia bisa tetap aktif bermain dan belajar meski sedang berpuasa.

Tips memenuhi kebutuhan gizi anak agar anak tetap aktif dan fokus di  meski berpuasa dilansir Hello Sehat:

1. Pilih makanan dengan nutrisi seimbang

Memilih makanan bergizi seimbang menjadi salah satu faktor utama agar Si Buah Hati tetap sehat dan aktif selama berpuasa. Meski jadi lebih jarang makan dibandingkan hari-hari biasanya, tak jadi masalah selama ibu menyediakan makanan yang padat gizi.

Penuhi kebutuhan gizi harian buah hati dengan menyediakan aneka sumber makanan seperti:

Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi utama di dalam tubuh. Agar anak tetap berenergi meski berpuasa, orangtua perlu menyediakan sumber karbohidrat terbaik untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya.

Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks karena lebih lama dicerna sehingga energi tetap stabil sepanjang hari. Kentang, sereal gandum, roti gandum, dan nasi merah bisa menjadi sumber karbohidrat untuk anak, terutama saat sahur.

Protein

Protein termasuk zat utama pembangun tubuh. Protein membantu membentuk otot, memproduksi hormon, memperkuat kulit dan tulang, serta mengangkut nutrisi ke seluruh tubuh. Berbagai makanan sehat yang mengandung protein yaitu daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, serta produk susu.

Lemak

Meski sering dianggap berbahaya, lemak merupakan nutrisi penting untuk tubuh. Lemak menjadi salah satu sumber energi lain selain karbohidrat yang disimpan sebagai cadangan dalam tubuh.

Namun, ibu harus cermat saat memilih jenis lemak yang akan disajikan. Pilihlah sumber lemak tak jenuh dan sehat seperti minyak zaitun, alpukat, ikan, dan kacang-kacangan.

Dengan mengonsumsi lemak sehat, tak hanya kebutuhan gizi anak saja yang akan terpenuhi. Berat badannya pun tetap terjaga.

Vitamin dan mineral

Nutrisi yang satu ini tak boleh sampai terlewat untuk membantu tubuh menjalankan fungsinya secara maksimal. Ibu bisa mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral Si Buah Hati dari sayur, buah, serta kacang-kacangan.

2. Sajikan menu sehat kesukaan Si Buah Hati saat sahur dan buka puasa

Memilih menu sahur dan berbuka selama sebulan penuh bukan perkara mudah. Saking sibuknya memikirkan menu, terkadang kebutuhan akan zat gizi anak yang seharusnya ada menjadi terabaikan.

Jangan lupa untuk tetap berpedoman pada nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh saat menyediakan makanan. Agar anak mau makan, buatkan makanan kesukaannya. Apalagi saat sahur biasanya nafsu makan anak menurun karena rasa kantuk yang tak tertahankan.

Selain itu, ajak anak untuk turut serta dalam proses berbelanja, memasak, dan menyiapkan menu buka puasa. Dilansir dari laman Family Doctor, hal ini biasanya membuat anak cenderung lebih bersemangat untuk makan.

Supaya Si Buah Hati tetap mau makan makanan sehat, cobalah menyiapkan menu kesukaannya dengan lebih kreatif. Misalnya, memotong sayur beraneka warna dalam bentuk-bentuk yang lucu agar lebih menggugah selera.

3. Minum susu saat sahur dan buka puasa

Susu sapi adalah salah satu sumber protein yang bagus untuk memenuhi kebutuhan gizi anak selama bulan puasa. Selain membantu memberikan energi agar anak kuat berpuasa, susu juga mengandung nutrisi lain yang menunjang tumbuh kembang Si Buah Hati.

Sebaiknya, pilihlah produk susu yang mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan anak seperti:

-Kalsium, membantu mempertahankan kepadatan tulang dan gigi

-Zat besi, mencegah dan mengatasi anemia yang muncul akibat kekurangan zat besi

-Zink, menjaga daya tahan tubuhnya agar tetap aktif di bulan puasa agar anak tetap kuat dan sehat selama berpuasa, berikan susu saat sahur dan buka puasa atau sebelum anak tidur.

4. Perhatikan tanda dan gejala Si Buah Hati kekurangan nutrisi atau cairan

Jika anak baru belajar berpuasa, biasanya ia akan terlihat lemas dan tak bergairah. Namun, ketika Si Buah Hati terlihat terus lemas, Anda perlu berhati-hati. Bisa jadi hal itu menandakan anak kekurangan nutrisi atau cairan (dehidrasi).

Hal ini sangat mungkin terjadi terlebih jika anak misalnya hanya makan dan minum sedikit saat sahur tetapi terlalu aktif berkegiatan. Untuk memudahkan mengenalinya, berikut berbagai gejala yang muncul saat anak dehidrasi dan kekurangan gizi:

-Mulut kering
-Mata terlihat cekung
-Kulit kering dan dingin
-Mengeluh pusing
-Mudah marah
-Lesu
-Sulit konsentrasi

Oleh sebab itu, mencukupi kebutuhan gizi anak sangat penting agar ia terhindari dari berbagai masalah kesehatan yang mengintai.

5. Pastikan anak tidak melewatkan sahur

Menurut dr. William Cochran, FAAP, mantan anggota komite nutirisi American Academy of Pediatric’s Committee, sarapan termasuk kebiasaan makan paling penting. Pasalnya, makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi bekal awal tubuh untuk menjalani hari.

Di bulan puasa, sahur sama pentingnya dengan sarapan. Saat sahur, tubuh akan dipasok oleh kombinasi bahan bakar yang dibutuhkan sebagai bekal seharian. Anak yang makan sahur akan lebih aktif di sekolah meski sedang berpuasa. Anak juga bisa tetap fokus dan konsentrasi saat belajar.

Sebaliknya, tidak sahur bisa membuat anak lelah, gelisah, dan mudah marah. Jangan lupa juga untuk menyiapkan menu sahur yang memenuhi kebutuhan gizi anak. Pilihlah makanan yang kaya akan biji-bijian, serat, dan protein.

Jadi mengajarkan anak puasa selama sebulan penuh tetap membuat fokus dan aktif bermain dan belajar dengan memenuhi nutrisi dan gizi anak di bulan puasa. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penelitian: Suplemen Makanan Tidak Terlalu Bermanfaat bagi Kesehatan

Penelitian: Suplemen Makanan Tidak Terlalu Bermanfaat bagi Kesehatan

Health | Sabtu, 25 Mei 2019 | 15:25 WIB

Ini Alasan Mengapa Perlu Menghindari Minum Air Setelah Makan Semangka!

Ini Alasan Mengapa Perlu Menghindari Minum Air Setelah Makan Semangka!

Health | Sabtu, 25 Mei 2019 | 14:10 WIB

Maksimalkan Diet di Bulan Puasa, Sering-sering Cek Timbangan Ya!

Maksimalkan Diet di Bulan Puasa, Sering-sering Cek Timbangan Ya!

Health | Jum'at, 24 Mei 2019 | 18:05 WIB

Terkini

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB