Ini Alasan Penderita Serangan Jantung Tidak Mencari Pertolongan

Vania Rossa

Senin, 03 Juni 2019 | 15:57 WIB
Ini Alasan Penderita Serangan Jantung Tidak Mencari Pertolongan
Ilustrasi serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Serangan jantung adalah kasus darurat yang membutuhkan penanganan segera. Tapi faktanya, dalam sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam European Journal of Cardiovascular Nursing, ditemukan bahwa pasien serangan jantung menunggu rata-rata tiga jam sebelum mencari bantuan medis. Bahkan, beberapa menunda mencari pertolongan selama lebih dari 24 jam.

Para ahli medis percaya bahwa pasien serangan jantung yang menunggu lama untuk mencari bantuan ini didasari pada kurangnya pemahaman tentang kondisi tersebut.

Studi ini melibatkan 326 pasien yang menjalani perawatan akut untuk serangan jantung pertama atau kedua mengisi kuesioner yang mengevaluasi kecenderungan emosi dan tindakan mereka sebelum mencari bantuan selama serangan jantung.

Alasan keterlambatan termasuk ketidakmampuan untuk bertindak yang memiliki dampak signifikan pada pasien yang menunggu lebih dari 12 jam. Pasien menyatakan bahwa alasan mereka untuk tidak mencari bantuan sebelumnya, di antaranya "Saya kehilangan semua kekuatan untuk bertindak ketika gejala serangan jantung datang"; "Saya tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika saya mendapat gejala serangan jantung"; dan "Saya merasa telah kehilangan kendali atas diri saya ketika saya mengalami gejala serangan jantung."

"Saat ini kami tidak tahu mengapa beberapa pasien bereaksi dengan cara tidak bereaksi seperti ini. Ini mungkin terkait dengan ketakutan atau kecemasan. Ini harus menjadi elemen baru dalam mendidik orang tentang apa yang harus dilakukan ketika mereka mengalami gejala serangan jantung," kata peneliti Dr. Carolin Nymark, dari Karolinska University Hospital, Stockholm, Swedia.

Kegagalan untuk secara akurat mendiagnosis gejala serangan jantung juga memengaruhi mereka yang menunda mencari perawatan selama lebih dari 12 jam. Pasien menyebutkan bahwa butuh waktu lama untuk memahami gejalanya; mereka pikir tanda-tanda tersebut akan berlalu; dan mereka pikir kondisi mereka tidak cukup serius untuk mencari bantuan medis.

Namun, pasien yang secara akurat mengidentifikasi gejala serangan jantung dan mencari pertolongan medis dengan cepat mengatakan bahwa mereka tahu gejalanya serius dan mengetahui ke mana mereka harus pergi untuk mendapatkan bantuan.

"Penelitian kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa beberapa pasien percaya gejala mereka tidak cukup serius untuk memanggil ambulans," kata Dr. Nymark, seperti dilansir dari The Independent.

"Yang lain berpikir unit perawatan intensif tutup pada tengah malam."
 
Infark miokard akut adalah keadaan darurat medis yang serius di mana pasokan darah ke jantung tiba-tiba tersumbat, biasanya disebabkan oleh gumpalan darah.

baca juga

Gejala serangan jantung dapat meliputi nyeri dada, sesak napas, merasa lemah dan/atau pusing, dan perasaan cemas yang luar biasa.

Namun, Dr Nymark mencatat, “Bendera merah lainnya adalah perasaan bahwa Anda tidak memiliki kekuatan untuk menindaklanjuti gejala Anda."

"Ini mungkin mengindikasikan ancaman kesehatan nyata dan kebutuhan untuk memanggil ambulans segera."

NHS memperingatkan bahwa serangan jantung adalah keadaan darurat medis dan mereka yang mencurigai mengalami kondisi tersebut harus menghubungi rumah sakit dan meminta pertolongan segera.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicinta Bisa Berefek bagi Kesehatan

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicinta Bisa Berefek bagi Kesehatan

Health | Minggu, 02 Juni 2019 | 15:25 WIB

Studi Ungkap Kebiasaan Main Game Bisa Picu Serangan Jantung

Studi Ungkap Kebiasaan Main Game Bisa Picu Serangan Jantung

Health | Minggu, 02 Juni 2019 | 17:30 WIB

Peneliti Ungkap Pengguna Vape Justru Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Peneliti Ungkap Pengguna Vape Justru Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

Health | Selasa, 28 Mei 2019 | 14:50 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB