Studi Ungkap Kebiasaan Main Game Bisa Picu Serangan Jantung

Silfa Humairah Utami | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 02 Juni 2019 | 17:30 WIB
Studi Ungkap Kebiasaan Main Game Bisa Picu Serangan Jantung
Ilustrasi main game bisa picu terkena serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Studi Ungkap Kebiasaan Main Game Bisa Picu Serangan Jantung.

Baik anak-anak hingga orang dewasa cukup banyak menggemari game. Tidak sedikit yang bermain berlebihan hingga lupa waktu.

Seperti yang terjadi pada seorang remaja di India merenggang nyawa setelah 6 jam nonstop bermain PUBG. Remaja bernama Furkhan tersebut mengalami serang jantung lalu pingsan sesaat setelah bermain PUBG.

Dokter mengatakan Furkhan mengalami serangan jantung sampai meninggal dunia karena terlalu lama bermain PUBG.

Saat ini sejumlah video game memang sedang populer di kalangan orang kekinian. Di sisi lain, sejumlah video game juga menjadi kontroversi karena membuat para pemainnya seperti kecanduan hingga lupa waktu.

Studi tentang bahaya kesehatan dari bermain video game dilansir dari ncbi telah dihubungkan dengan masalah gangguan psikologis, kejang dan masalah kesehatan lainnya.

Dalam hal ini ditemukan bahwa video game bisa memengaruhi tekanan darah dan detak jantung pemainnya.

Ilustrasi bermain game konsol (Shutterstock).
Ilustrasi bermain game konsol (Shutterstock).

Hasil studi menunjukkan, tekanan darah seseorang melonjak tinggi saat dan sesudah bermain game dibandingkan sebelumnya.

Begitu pula dengan denyut jantungnya juga lebih cepat selama bermain game. Kondisi tersebut terjadi karena saat bermain orang akan mengeluarkan seluruh emosinya untuk menaklukan tantangannya.

Padahal emosi atau perasaan ingin memenangkan sebuah game itulah yang berdampak buruk pada impuls listrik jantung.

Studi yang dilansir dari clevelandclinic.org, menunjukkan bahwa stres yang mencakup kebahagiaan ekstrem hingga kekecewaan dapat memicu serangan jantung.

Hal ini disebabkan oleh peningkatan denyut jantung dan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba. Bahkan permainan video game yang paling ringan saja bisa meningkatkan denyut jantung hingga 20 persen.

Artinya, video game yang memacu adrenalin dan emosi bisa saja meningkatkan denyut jantung pemainnya hingga 40 persen.

Jadi bermain game berlebihan bisa picu serangan jantung dan mengakibatkan kematian. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicinta Bisa Berefek bagi Kesehatan

Kesedihan Mendalam Ditinggal Orang yang Dicinta Bisa Berefek bagi Kesehatan

Health | Minggu, 02 Juni 2019 | 15:25 WIB

Menyetir Semalaman 336 Kilometer, Lelaki Ini Meninggal Keesokan Harinya

Menyetir Semalaman 336 Kilometer, Lelaki Ini Meninggal Keesokan Harinya

Health | Minggu, 26 Mei 2019 | 03:40 WIB

Serangan Jantung Lebih Parah di Pagi Hari Dibanding Malam Hari, Kok Bisa?

Serangan Jantung Lebih Parah di Pagi Hari Dibanding Malam Hari, Kok Bisa?

Health | Jum'at, 24 Mei 2019 | 15:25 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB