Begini Cara Menurunkan Berat Badan Jika Kamu Menderita Hipotiroid

Vania Rossa | Suara.com

Jum'at, 14 Juni 2019 | 07:29 WIB
Begini Cara Menurunkan Berat Badan Jika Kamu Menderita Hipotiroid
Ilustrasi menurunkan berat badan. (sumber: Shutterstock)

Suara.com - Penderita hipotiroid dikenal sangat sulit menurunkan berat badan. Hipotiroid sendiri merupakan suatu kondisi dimana kelenjar tiroid menjadi kurang aktif sehingga menghasilkan hormon lebih sedikit sehingga menyebabkan kenaikan berat badan, peningkatan kadar kolesterol, dan kulit kering.

Dalam fungsi normal, hormon-hormon yang diproduksi oleh tiroid mengatur bagaimana tubuh menggunakan energi, menjaga otak, otot, dan organ bekerja. Tapi ketika terjadi masalah, menurut Marilyn Tan, MD, seorang ahli endokrinologi dari Klinik Endokrinologi Stanford Health Care, kelenjar kecil itu dapat menyebabkan banyak masalah, seperti perubahan suhu tubuh, tekstur kulit, dan fluktuasi berat badan.

Dilansir dari laman Womens Health Mag, sulit menurunkan berat badan adalah salah satu tanda bahwa kelenjar tiroid kamu bermasalah. Itu karena hormon tiroid bekerja mengatur metabolisme tubuh, dan kekurangan hormon tiroid akan membuat metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Demikian dikatakan Elizabeth Pearce, MD, seorang ahli endokrin yang memiliki spesialisasi dalam gangguan tiroid di Boston Medical Center.

“Perempuan dengan hipotiroidisme memberi tahu saya bahwa mereka menjalani 1.200 diet kalori dan mereka (tetap) tidak bisa menurunkan berat badan. Pada akhirnya, jauh lebih sulit untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya," kata Caroline Apovian, MD, seorang ahli endokrinologi, peneliti tentang penurunan berat badan, sekaligus direktur Center for Nutrition and Weight Management di Boston Medical Center.

Tapi, bukan berarti kamu tidak mungkin bisa menurunkan berat badan. Berikut ada beberapa tips yang akan membuat proses penurunan berat badan menjadi lebih mudah buat kamu yang menderita hipotiroid.

Tingkatkan rutinitas latihan kekuatan
Para peneliti tidak yakin mengapa, tetapi hormon tiroid dapat memengaruhi fungsi otot. Pada perempuan dengan hipotiroid, yang artinya memiliki fungsi otot abnormal, mereka akan lebih sulit membangun dan mempertahankan otot, bahkan setelah melakukan pengobatan, demikian menurut Dr. Apovian.

Itu artinya, olahraga giat untuk membangun otot akan sia-sia. Itu karena otot membakar lebih banyak kalori daripada lemak, sehingga bahkan ketika kamu tidak sedang berolahraga, memiliki lebih sedikit lemak membuat kamu berisiko lebih besar mengalami kenaikan berat badan.

Untuk hasil terbaik, Dr. Apovian menyarankan untuk melakukan dua hingga tiga latihan kekuatan dalam seminggu. Setiap sesi harus berlangsung sekitar satu jam dan melatih semua kelompok otot utama tubuh — tubuh bagian atas, tubuh bagian bawah, dan inti. Targetkan untuk tiga set setiap latihan yang kamu lakukan, menggunakan beban yang cukup berat untuk membuat kamu memaksimalkan delapan hingga 12 repetisi per set.

Tingkatkan intensitas olahraga kardio
“Kardio sangat penting untuk menjaga penurunan berat badan,” kata Dr. Pearce — terutama jika kamu memiliki kondisi tiroid yang memengaruhi fungsi otot. Dr. Apovian setuju, "(Orang dengan hipotiroidisme) dapat menurunkan berat badan, tetapi mereka harus melakukan lebih banyak resistensi dan kardio daripada orang kebanyakan."

Lakukan olahraga kardio selama sekitar 30 menit hingga satu jam, selama lima hari seminggu, demikian saran Dr. Pearce. Itu dapat mencakup segala jenis aktivitas di mana kamu akan berkeringat dan meningkatkan detak jantung. Pilihannya bisa jogging, berjalan, berenang, dan lainnya.

Tambahkan lebih banyak protein ke dalam makanan
Selain olahraga, Dr. Apovian mengatakan protein adalah kunci lain untuk membangun otot. Sarannya ini didukung oleh Center for Nutrition and Weight Management, yang merekomendasikan diet tinggi protein 1,2 hingga 1,5 gram protein per kilogram berat badan ideal untuk perempuan dengan hipotiroidisme. Itu artinya, jika berat idealmu adalah 60 kilogram, kamu harus mengonsumsi 70 hingga 90 gram protein setiap hari.

Selain protein, pastikan kamu juga memasukkan banyak sayuran, karbohidrat sehat seperti buah segar dan biji-bijian, dan lemak sehat seperti alpukat dan minyak zaitun, ya.

Kamu juga sebaiknya berkonsultasi dengan ahli nutrisi untuk membuat rencana diet khusus penderita hipotiroidisme, karena makanan tertentu juga dapat mengacaukan kadar hormon kamu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Nutrisi yang Hilang dari Diet Vegan dan Cara Mengatasinya

5 Nutrisi yang Hilang dari Diet Vegan dan Cara Mengatasinya

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 14:10 WIB

Studi: Makan Banyak Nasi Justru Bisa Turunkan Berat Badan

Studi: Makan Banyak Nasi Justru Bisa Turunkan Berat Badan

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 10:35 WIB

Benarkah Menangis Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Kata Ahli

Benarkah Menangis Bisa Bantu Turunkan Berat Badan? Ini Kata Ahli

Health | Minggu, 12 Mei 2019 | 06:25 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB