Duh, Perubahan Iklim Disebut Picu Pertumbuhan Bakteri Pemakan Daging

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Selasa, 18 Juni 2019 | 22:00 WIB
Duh, Perubahan Iklim Disebut Picu Pertumbuhan Bakteri Pemakan Daging
Perubahan iklim pengaruhi bakteri pemakan daging. (Shutterstock)

Suara.com - Duh, Perubahan Iklim Disebut Picu Pertumbuhan Bakteri Pemakan Daging

Perubahan iklim telah memicu kondisi air laut yang semakin hangat. Hal tersebut kata peneliti, dapat memengaruhi banyak hal yang hidup di lautan.

Salah satunya adalah meningkatnya kasus infeksi karena bakteri pemakan daging, Vibrio vulnificus karena suhu laut yang menghangat.

Lewat laporan yang diterbitkan Annals of Internal Medicine, ada lima kasus terkait paparan bakteri Vibrio vulnificus di kawasan Teluk Delaware yang berada di perbatasan New Jersey dan Delaware.

Bakteri tersebut biasa hidup di air payau atau daerah campuran air asin dan air sungai.

"Kami semua sangat terkejut dan bingung ada banyak kasus infeksi yang belum pernah kami lihat sebelumnya," kata Dr. Katherine Doktor, seorang spesialis penyakit menular di Cooper University Hospital New Jersey, dilansir laman Time.

Selama delapan tahun sebelum 2017, rumah sakit di sana hanya menerima satu kasus infeksi akibat bakteri vibrio vulnificus. Tetapi pada 2017 dan 2018, total kasus meningkat menjadi lima.

Infeksi biasanya terjadi karena pasien memakan makanan laut mentah atau kurang matang seperti kerang dan tiram. Infeksi juga bisa terjadi ketika pasien memiliki riwayat luka yang kemudian bersentuhan dengan air tempat bakteri vulnificusin hidup.

Kelima pasien sendiri diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan perairan Teluk Delaware seperti mengonsumsi kepiting dan makanan laut di sebuah restoran dekat teluk.

Bakteri pemakan daging. (Shutterstock)
Ilustrasi bakteri pemakan daging. (Shutterstock)

"Infeksi ini biasanya dimulai sebagai luka yang semakin membengkak, merah dan menyakitkan," katanya.

Saat infeksi semakin memburuk, area sekitar luka membengkak dan menyebabkan lepuh merah, sampai akhirnya bakteri menggerogoti jaringan lunak dan otot.

Meski kasus paparan infeksi tergolong jarang, tetapi bakteri Vibrio vulnificus tetap menjadi penyebab kematian terkait kerang paling utama di Amerika Serikat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan ada kasus 80.000 orang sakit dan 100 orang meninggal akibat infeksi vibrio vulnificus setiap tahunnya di Amerika Serikat dengan rata-rata satu dari lima pasien meninggal dunia hanya dalam waktu satu atau dua hari paska jatuh sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Indah Tapi Miris, Ketika Peneliti Mengungkap Lapisan Es Mencair

Bukan Indah Tapi Miris, Ketika Peneliti Mengungkap Lapisan Es Mencair

Tekno | Selasa, 18 Juni 2019 | 08:40 WIB

Mulai Sekarang Tutup Kloset Saat Menyiram, Banyak Bakteri Patogen Mengancam

Mulai Sekarang Tutup Kloset Saat Menyiram, Banyak Bakteri Patogen Mengancam

Health | Minggu, 16 Juni 2019 | 16:59 WIB

Prediksi Sebut Peradaban Manusia Akan Berakhir Tahun 2050

Prediksi Sebut Peradaban Manusia Akan Berakhir Tahun 2050

Tekno | Kamis, 13 Juni 2019 | 14:30 WIB

Terkini

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB