Majikan Malaysia Siksa TKI hingga Meninggal, Ramai Tagar JusticeForAdelina

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Majikan Malaysia Siksa TKI hingga Meninggal, Ramai Tagar JusticeForAdelina
Ilustrasi: Penyiksaan. (Shutterstock)

Seorang majikan asal Malaysia menyiksa TKI bernama Adelina hingga tubuh penuh luka bakar dan meninggal.

Suara.com - Tagar 'Justice For Adelina' sedang ramai digunakan warganet Malaysia terkait pembebasan majikan asal Penang, Malaysia, yang telah menyiksa seorang TKI bernama Adelina Sao.

Adelina sendiri dilaporkan sudah meninggal pada Februarui 2018 lalu setelah ia diselamatkan oleh tetangga yang melihatnya tidur di tempat parkir rumah di sebelah seekor anjing.

Menurut laporan, majikannya yang bernama Ambika MA Shan menyuruh Adelina tidur di luar rumah karena tidak ingin luka di kulit sang pembantu mengotori rumahnya.

Tubuh Adelina memang sebagian besar tertutup luka bakar, terutama pada bagian lengan dan kaki. Sedangkan wajahnya penuh dengan memar.

Adelina kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Seberang Jaya tetapi meninggal satu hari berikutnya karena kegagalan organ.

Kasus penyiksaan ini tidak terungkap ke ranah publik sampai setahun kemudian ketika keluarga korban mulai terbuka untuk mencari keadilan atas meninggalnya Adelina.

Sang Ibu, Yohana Banunaek mengatakan kepada media pada 12 Februari 2019 bahwa putrinya meninggal bukan karena penyakitnya tetapi akibat disiksa.

Majikan membunuh Adelina (Instagram/ apakataorangako)
Majikan membunuh Adelina (Instagram/@apakataorangako)

Berdasarkan laporan NCBI, luka bakar mempengaruhi struktur dan fungsi hampir setiap organ, terutama paru-paru, hati, ginjal, dan jantung.

Kegagalan pernapasan memiliki insiden tertinggi pada fase awal cedera terbakar, dan menurun mulai lima hari setelahnya.

Gagal jantung tercatat memiliki insiden tertinggi selama perawatan di rumah sakit. Insiden gagal hati meningkat dengan lamanya tinggal di rumah sakit dan dikaitkan dengan mortalitas yang tinggi selama fase akhir dari perawatan. Sedangkan gagal ginjal adalah risiko terkecil dari kasus ini.

Jika seseorang mengalami tiga atau lebih kegagalan organ, itu dapat berakibat kematian.

Ada 71 kematian akibat luka bakar pada 1999 hinga 2005 di Helsinki Burn Centre. Sebanyak 40% di antaranya meninggal disebabkan oleh kegagalan organ.

Semua pasien yang mengalami kegagalan organ tercatat memiliki gagal ginjal akut, kerusakan hati di mana empat pasien mengalami gagal hati akut atau kronis.

Di sisi lain, baru-baru ini, Jumat (21/6/2019) kemarin, media FMT melaporkan bahwa Akhtar Tahir, hakim Pengadilan Tinggi Pulau Pinang yang mengatur proses persidangan mengklarifikasi bahwa Ambika dibebaskan. Selama proses persidangan, dewan pembela mengutip Bagian 254 (3) dari KUHAP yang mendesak agar terdakwa dibebaskan karena faktor usia dan kesehatan.

Pasca pembebasan ini, sebanyak 10 ribu orang telah menandatangani petisi yang dibuat oleh  lembaga pelindung pekerja migran di Malaysia, Tenaganita, untuk menuntut keadilan Adelina.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS