Penjelasan Ilmiah Kenapa Waktu Berjalan Terasa Cepat

Vania Rossa | Vessy Dwirika Frizona | Suara.com

Selasa, 25 Juni 2019 | 13:12 WIB
Penjelasan Ilmiah Kenapa Waktu Berjalan Terasa Cepat
Ilustrasi waktu berjalan cepat. (Shutterstock)

Suara.com - “Perasaan kemarin baru Jumat, kok sudah Senin lagi?” Pernah, bergumanan seperti itu dalam hati? Berarti Anda merasakan jika waktu berjalan begitu cepat. Apalagi ketika semakin dewasa, berbeda rasanya ketika masih anak-anak, waktu berjalan tidak secepat saat ini. Sampai-sampai dulu Anda merasa lama sekali liburan tiba dan lamanya menunggu ulang tahun berikutnya.

Semakin bertambahnya usia, Anda merasa bahwa waktu cepat berlalu. Sebenarnya, apa ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini?

Dikutip dari rilis HelloSehat, semakin dewasa, seseorang akan merasa waktu berjalan begitu cepat. Padahal, tentu kita semua sepakat bahwa waktu tak mungkin berjalan lebih cepat ataupun lambat. Jalannya waktu adalah sesuatu hal yang tetap dan pasti.

Namun, mengapa kita merasa waktu cepat berlalu saat dewasa? Rupanya, para peneliti menemukan dua teori kuat yang mampu menjelaskan mengapa semakin dewasa kita merasa waktu seolah berlari.

Pertama, berubahnya jam biologis.

Setiap orang memiliki sistem untuk mengatur segala fungsi tubuh. Sistem ini diatur oleh jam biologis seseorang. Jam biologis sendiri dikendalikan oleh sistem saraf pusat, alias otak.

Pada jam biologis anak-anak, mereka lebih banyak melakukan aktivitas fisik selama waktu tertentu. Akibatnya, detak jantung dan tarikan napas anak-anak menjadi lebih banyak dibandingkan orang dewasa dalam waktu semenit.

Sementara itu, karena jam biologis orang dewasa lebih santai, Anda pun merasakan waktu cepat berlalu. Misalnya, dalam semenit jantung anak berdetak sebanyak 150 kali. Sedangkan untuk orang dewasa hanya berdetak 75 kali dalam satu menit.

Artinya, orang dewasa butuh waktu 2 menit untuk mencapai jumlah detak jantung yang sama dengan waktu Anda masih kecil dulu. Maka, meskipun waktu sudah berjalan selama dua menit, otak mengira ini masih satu menit lantaran dulu Anda cuma butuh waktu semenit untuk mencapai 150 detak jantung.

Kedua, telah terbiasa dengan lingkungan sekitar

Ketika kecil, lingkungan sekitar adalah tempatnya bereksplorasi dan mengenal segala sesuatu yang baru bagi anak-anak. Rasanya, ada saja hal baru yang ditemui setiap harinya dan Anda bebas melakukan apa pun.

Namun, ketika dewasa, dunia rasanya begitu mudah ditebak. Rutinitas berjalan seperti biasa dan terus berulang. Anda tahu Anda harus sekolah, mencari kerja, membangun sebuah hubungan, sampai tiba saatnya pensiun.

Nah, rupanya ini berkaitan dengan daya ingat. Saat menerima berbagai informasi baru di masa kecil, otak akan meprosesnya lebih keras untuk akhirnya menyimpannya di dalam memori. Proses ini tentu memakan waktu dan tenaga sehingga rasanya waktu terasa sangat lama kala itu.

Memasuki usia 20-an, Anda mungkin sudah jarang menerima informasi yang benar-benar baru, sehingga semua berjalan sebagaimana Anda ketahui dan membuat waktu terasa berjalan cepat.

Jadi, begitulah penjelasan ilmiah kenapa Anda merasa waktu bergulir begitu cepat hingga terasa seperti dikejar waktu. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lebih Bebas, Pulau di Norwegia Ini Tak Ingin Terikat Konsep Waktu

Lebih Bebas, Pulau di Norwegia Ini Tak Ingin Terikat Konsep Waktu

Lifestyle | Rabu, 19 Juni 2019 | 18:50 WIB

Bukan Pikun, Tapi Ini Penyebab Mudah Lupa Nama Orang

Bukan Pikun, Tapi Ini Penyebab Mudah Lupa Nama Orang

Tekno | Senin, 28 Januari 2019 | 07:10 WIB

Ramai Awan Bentuk Tsunami di Makassar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ramai Awan Bentuk Tsunami di Makassar, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tekno | Rabu, 02 Januari 2019 | 20:52 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB