Heboh Merebus Air Minum 2 Kali hingga Mendidih Timbulkan Racun, Benarkah?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 04 Juli 2019 | 10:55 WIB
Heboh Merebus Air Minum 2 Kali hingga Mendidih Timbulkan Racun, Benarkah?
Bahaya merebus air berkali-kali (Pixabay/kboyd)

Suara.com - Belakangan informasi tentang bahaya merebus air sebanyak 2 kali atau lebih bikin heboh di Facebook. Beberapa pengguna membagikan informasi tidak boleh merebus kembali air yang sudah matang atau mendidih.

Salah satunya Widia Khoerudin. Dia membagikan informasi bahwa dirinya sering merebus kembali air di dalam termos ketika membuat mie instan. Kini, ia pun menyadari bahwa kebiasaannya tersebut ternyata buruk.

Tetapi, apakah benar merebus air yang sudah matang dua kali atau lebih bisa berbahaya untuk kesehatan kita?

Sebenarnya bahaya merebus air lebih dari satu kali sudah lama menjadi perdebatan. Melansir dari snopes.com, pada dasarnya merebus air sama halnya mendidihkan senyawa kimia di dalamnya lalu menguap dan melarutkan gas.

Jika air direbus terlalu lama, bisa merusak senyawa kimia dan meningkatkan bahan kimia tertentu di dalam air. Bahan kimia ini bisa termasuk arsenik, nitrat dan fluorida.

Bahkan mineral yang sehat bagi tubuh kita pun bisa berbahaya ketika terkonsentrasi, seperti garam kalsium yang dapat menyebabkan batu ginjal dan batu empedu jika dikonsumsi berlebihan.

Intinya, proses penguapan dan konsentrasi saat merebus air itulah yang kemungkinan besar merusak dan membentuk bahan kimia tertentu dalam air.

Bahaya merebus air hingga mendidih sebanyak 2 kali atau lebih (Facebook/Widia Khoerudin)
Bahaya merebus air hingga mendidih sebanyak 2 kali atau lebih (Facebook/Widia Khoerudin)

Merebus air hingga mendidih menyebabkan penguapan tetapi juga meninggalkan kotoran yang lebih berat sehingga kemungkinan besar larut dalam air karena meningkatkan konsentrasi senyawa kimianya.

Proses itulah yang akhirnya bisa meningkatkan konsentrasi bahan kimia beracun arsenik, nitrat dan fluorida dalam air minum Anda.

Arsenik

Arsenik adalah bahan kimia beracun yang bisa ditemukan dalam persediaan air publik maupun air tanah. Keracunan arsenik adalah masalah kesehatan utama di tempat-tempat seperti Bangladesh.

WHO telah menyatakan seseorang bisa mengalami masalah kesehatan kronis jikan bahan kimia arsenik ini terkonsentrasi hingga 50 liter.

Nitrat

Nitrat adalah bahan kimia yang terbentuk secara alami dan mengandung ion nitrat. Bahan kimia ini memang biasa ditemukan dalam air.

Ketika nitrat terkena suhu tinggi, bahan kimia ini bisa berubah menjadi nitrosamin yang bersifat karsinogenik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Mahasiswa Keracunan Ayam,  Begini Cara Deteksi Ayam Tak Layak Makan

Ratusan Mahasiswa Keracunan Ayam, Begini Cara Deteksi Ayam Tak Layak Makan

Health | Senin, 24 Juni 2019 | 14:15 WIB

Minum Air Kemasan Botol yang Ditinggal di Mobil saat Panas Terik Berbahaya?

Minum Air Kemasan Botol yang Ditinggal di Mobil saat Panas Terik Berbahaya?

Health | Minggu, 23 Juni 2019 | 17:55 WIB

Produk Perawatan Pribadi Tertinggi Sebabkan Cedera dan Keracunan pada Anak

Produk Perawatan Pribadi Tertinggi Sebabkan Cedera dan Keracunan pada Anak

Health | Rabu, 19 Juni 2019 | 16:12 WIB

Terkini

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB