Minum Air Kemasan Botol yang Ditinggal di Mobil saat Panas Terik Berbahaya?

Dinar Surya Oktarini | Rosiana Chozanah
Minum Air Kemasan Botol yang Ditinggal di Mobil saat Panas Terik Berbahaya?
Ilustrasi lelaki minum botol minuman dalam mobil (Shutterstock)

Sebuah rumor telah berkembang bahwa meminum air dari botol yang sudah ditinggal di dalam mobil berbahaya bagi kesehatan, apakah benar?

Suara.com - Beberapa ahli percaya untuk tetap menjaga botol air minum tetap dingin selama suhu menjadi sangat panas.

Beberapa peneliti yang mempelajari plastik juga merekomendasikan untuk tidak minum air dari botol plastik yang telah lama ditinggalkan di tempat panas, seperti mobil yang parkir di bawah sinar matahari langsung. Mereka khawatir panas matahari dapat membantu bahan kimia dari bahan plastik menjadi larut di dalam air.

Tetapi pernyataan ini dibantah oleh pelaku industri, seperti yang dikatakan oleh Asosiasi Air Botol Internasional yang menyatakan wadah air kemasan plastik diatur dan aman dalam berbagai kondisi, termasuk ketika mereka dibiarkan dalam mobil panas.

Bahan kimia yang dimaksud di sini adalah Bisphenol A (BPA), komponen kimia plastik PET. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengungkapkan ini kemungkinan tidak berbahya bagi orang-orang yang menggunakannya dalam dosis tertentu.

Ilustrasi air mineral kemasan atau air kemasan. (Shutterstock)
Ilustrasi air mineral kemasan atau air kemasan. (Shutterstock)

Berdasarkan laman bottlewater.org, konsensus di antara badan pengatur internasional mengungkapkan, tingkat paparan BPA saat ini melalui kemasan makanan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Tetapi Cheryl Watson, seorang profesor di departemen biokimia dan biologi molekuler di University of Texas Medical Branch di Galveston, menyarankan orang untuk tidak menyimpan air botolan di tempat yang memiliki panas signifikan.

"Ketika Anda memanaskan segalanya (botol minum), molekul-molekul bergejolak lebih cepat dan itu membuat mereka lepas dari satu fase ke fase lain. Jadi plastik melepaskan komponen bahan kimianya ke dalam air lebih cepat dan lebih banyak akibat panas," kata Watson, melansir Today.com.

“Rasanya seperti ketika Anda menaruh daun mint di teh Anda. Panas mengekstraksi molekul pencicip mint dan itu terjadi lebih cepat di teh panas daripada di teh dingin," sambungnya.

Sebuah studi 2014 menganalisis 16 merek air minum dalam kemasan yang dijual di Tiongkok, mereka menyimpannya dalam suhu 70 derajat Celcius selama empat minggu.

Peneliti menemukan peningkatan kadar antimon, terdaftar sebagai zat beracun oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), dan bisphenol A (BPA), bahan kimia dalam plastik tertentu yang dapat meniru estrogen dan telah diteliti selama bertahun-tahun.

Namun dari 16 merek, hanya satu yang melampaui standar EPA untuk antimon dan BPA, berdasarkan laporan berita dari University of Florida .

“Saya tidak ingin menyesatkan orang, mengatakan air botolan tidak aman. Air kemasan baik-baik saja. Anda bisa meminumnya, (tetapi) jangan biarkan dalam suhu panas untuk waktu yang lama. Saya pikir itu adalah pesan penting,” ujar Lena Ma, penulis studi ini dan seorang profesor biogeokimia dari trace metal di University of Florida, mengatakan kepada Yahoo Health.

Sementara itu, FDA juga mengatur keamanan kemasan air seperti halnya produk makanan. Air botolan harus disimpan di tempat kering yang sejuk, jauh dari pelarut rumah tangga, bahan bakar dan bahan kimia lainnya, dan jauh dari sinar matahari langsung, tambahnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS