Ilmuwan Temukan Gejala Awal Terjadinya Parkinson di Otak

Ade Indra Kusuma | Suara.com

Minggu, 07 Juli 2019 | 04:00 WIB
Ilmuwan Temukan Gejala Awal Terjadinya Parkinson di Otak
Ilustrasi parkinson [shutterstock]

Suara.com - Ilmuwan Temukan Gejala Awal Terjadinya Parkinson di Otak

Ilmuwan baru-baru ini mengatakan telah menemukan tanda-tanda paling awal penyakit Parkinson pada otak bertahun-tahun sebelum pasien menunjukkan gejala apa pun, sebuah penemuan yang pada akhirnya bisa mengarah pemeriksaan yang lebih baik bagi orang yang berisiko penyakit ini.

Parkinson, adalah penyakit degeneratif syaraf yang menyebabkan masalah pada pergerakan pasien dan kognitif serta diperkirakan mempengaruhi sampai 10 juta orang di seluruh dunia.

Penyakit ini didiagnosa oleh penumpukan protein spesifik di otak, synuclein, yang penyebabnya belum diketahui. Namun beberapa orang dilahirkan dengan mutasi genetika yang membuat mereka hampir dipastikan akan menderita penyakit ini pada tahap tertentu dalam hidup mereka.

Para peneliti dari King's College London membandingkan data dari 14 orang yang membawa mutasi itu dengan 65 pasien Parkinson non-genetik dan 25 relawan sehat.

Mereka menemukan perubahan dalam sistem serotonin di otak penderita Parkinson mulai tidak berfungsi dengan baik sebelum gejala lain terjadi.

"Kami mendapati fungsi serotonin adalah penanda yang sangat baik bagi perkembangan penyakit Parkinson," kata Heather Wilson, dari Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience dalam Penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Neurology, seperti mengutip VOAIndonesia.

"Oleh karenanya, pemindaian otak mengenai sistem serotonin bisa menjadi alat penting untuk mendeteksi individu yang berisiko penyakit Parkinson, memantau perkembangan mereka dan membantu pengembangan pengobatan baru," lanjut Heather.

Penyebab penyakit parkinson sebelum penelitian diduga termasuk kadar neurotransmitter dopamin, dan makin banyak bukti mengenai kemungkinan kaitan antara Parkinson dan fungsi usus, meskipun hal ini belum banyak diketahui.

"Mengetahui kondisi lebih awal dan bisa memantau perkembangannya akan membantu penemuan pengobatan baru dan lebih baik yang bisa memperlambat hilangnya sel-sel otak pada Parkinson," kata Beckie Port, manajer peneliti di Parkinson's UK, yang tidak terlibat dalam riset ini.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya pentingnya penemuan ini, tetapi jika penemuan ini mampu mendorong sebuah alat untuk mengukur dan memantau perkembangan Parkinson maka itu bisa mengubah kehidupan yang tak terhitung jumlahnya" kata Port.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amsterdam Buka Bioskop Porno 5D, Ini Efeknya pada Otak Penonton!

Amsterdam Buka Bioskop Porno 5D, Ini Efeknya pada Otak Penonton!

Health | Sabtu, 06 Juli 2019 | 08:20 WIB

Bikin Ilmuwan Terpukau, Rubah Arktik Bisa Menjelajah Lebih dari 3.500 Km

Bikin Ilmuwan Terpukau, Rubah Arktik Bisa Menjelajah Lebih dari 3.500 Km

Tekno | Kamis, 04 Juli 2019 | 14:40 WIB

Punya Kecerdasan Buatan, Komputer di Australia Kini Rancang Obat Influenza

Punya Kecerdasan Buatan, Komputer di Australia Kini Rancang Obat Influenza

Health | Rabu, 03 Juli 2019 | 14:14 WIB

Terkini

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB