Catat, Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Dibutuhkan Oleh Anak-anak

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Selasa, 09 Juli 2019 | 17:05 WIB
Catat, Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Dibutuhkan Oleh Anak-anak
Ilustrasi anak akan melakukan pemeriksaan kesehatan. (Shutterstock)

3. Masalah hormon dan pubertas

Kata Bettia, beberapa anak mengalami masalah puber entah itu terlalu cepat atau malah terlambat.

Untuk mencari tahu penyebab dan menekan masalah jangka panjang, Bettia menyarankan orangtua yang memiliki anak terlambat memasuki masa pubertas untuk melakukan MCU.

Ilustrasi anak perempuan pubertas dini. (Shutterstock)
Ilustrasi anak perempuan pubertas dini. (Shutterstock)

Selanjutnya, dokter dapat memberikan solusi mulai dari terapi hormon seks sampai terapi hormon pertumbuhan.

"Sering kali dengan pengecekan akurat dan tepat, bisa diintevensi dengan cepat. Anak pun mendapat manfaat. Jangan menunggu mereka dewasa karena penyakit jantung udah mulai menimpa orang yang semakin muda," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Saran Dokter untuk Waspdai Proses Kerusakan Otak pada Lansia

Ini Saran Dokter untuk Waspdai Proses Kerusakan Otak pada Lansia

Health | Selasa, 09 Juli 2019 | 14:39 WIB

Nggak Mahal, 5 Superfood Ini Bantu Jaga Kesehatan Anak

Nggak Mahal, 5 Superfood Ini Bantu Jaga Kesehatan Anak

Health | Kamis, 04 Juli 2019 | 13:56 WIB

Pentingnya Deteksi Dini Talasemia Sebelum Menikah

Pentingnya Deteksi Dini Talasemia Sebelum Menikah

Health | Selasa, 21 Mei 2019 | 10:51 WIB

Terkini

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Fungsi Vaseline Repairing Petroleum Jelly, Apakah Bisa untuk Wajah?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla

Sumbar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:38 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

Sempat Tiga Kali Dihadang, Massa Mahasiswa Trisakti Tembus Patung Kuda Gelar Aksi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:35 WIB

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Persib Makin Dekat ke Babak 16 Besar ACL 2, Rekor Sempurna Jadi Modal ke Australia

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:34 WIB

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

Kesal Tak Dijemput, Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Hingga Luka 80 Persen

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

Bonus Atlet Asian Games dan Asian Para Games Naik, Menpora: Biar Sejahtera

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

Viral Gerombolan Turis Israel Mencuri di Lombok, Bayar Uang Damai Rp48 Juta Lalu ke Bali

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:29 WIB

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

Eks Wamen Imipas Silmy Karim Didakwa Terima Suap Rp33,8 Miliar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Hashim Ungkap Efek MSCI, Rupiah Terancam Anjlok ke Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:21 WIB

×