Ini Saran Dokter untuk Waspdai Proses Kerusakan Otak pada Lansia

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 09 Juli 2019 | 14:39 WIB
Ini Saran Dokter untuk Waspdai Proses Kerusakan Otak pada Lansia
Ilustrasi lansia [foto by press release insan medika]

Suara.com - Ini Saran Dokter untuk Waspda Proses Kerusakan Otak pada Lansia.

Pola hidup sejak masa muda, menentukan kesehatan otak pada masa tua. Tanpa sadar semua investasi yang dilakukani seseorang lakukan saat ini sangat bergantung pada suatu hal utama, yaitu ketangkasan intelektual. 

Dr. dr. Yuda Taruna, SpS., mengatakan investasi otak adalah tentang bagaimana tetap menjaga otak setiap individu tetap sehat dan produktif.

Untuk itu, guna memastikan kesehatan otak perlu dilakukan pemeriksaan. Terutama untuk individu yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengecahan kerusakan otak pada saat lanjut usia (lansia).

"Dalam konteks proses penuaan otak, setiap orang saat usia 40 tahun, sebaiknya sudah pernah memeriksakan medical check up atau yang umur lebih muda namun dengan faktor risiko, misalnya obesitas, adanya demensia, dan lain sebagainya. Pemeriksaan medical check up harus komperhansif, termasuk deteksi dini kerusakan otak," kata dokter Yuda dalam pemaparannya di RS Atma Jaya, Panjaringan, Jakarta Utara, Selasa (9/7/2019).

Berdasarkan penelitian Enhaching Diagnostic Accurary of aMCI in the Elderly : Combination of Olfactory Test, Pupillary Response Test, BNDF Plasma Level and APOE Genotype yang dilakukan di fakultas kedokteran Atma Jaya, dan telah dimuat di International Journal of Alzheimer Disease menunjukkan skor yang rendah pada pemeriksaan saraf penciuman menjadi prediktor pra demensia. 

"Dari penelitian ini diketahui bahwa gangguan saraf penciuman yang tidak disadari dapat menjadi tanda awal proses penuaan di otak dan menjadi faktor risiko demensia," jelasnya lebih lanjut.

Kaitannya adalah, pentingnya mendeteksi saraf penciuman yang merupakan data kesehatan penting merupakan cara mendeteksi tanda awal kerusakan otak.

"Saat usia lanjut, umumnya lansia memeriksakan fungsi ginjal, hati, paru, atau jantung, tapi sedikir sekali yang memeriksakan fungsi otak. Padahal, otak juga merupakan organ tubuh yang akan mengalami keeusakan. Hak ini tidak dapat dihindari, jadi otak harus di check up. Apa pun intervensinya akan bermanfaat bagi sel-sel otak yang masih baik," paparnya.

baca juga

Pemeriksaan menggunakan aroma yang familiar dengan kondisi di Indonesia adalah lewat metode, apabila pasien tidak mampu mengidentifikasi jenis aroma (padahal tidak sedang pilek atau gangguan hidung lain), maka kemungkinan besar mengalami prediktor prademensia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Temukan Gejala Awal Terjadinya Parkinson di Otak

Ilmuwan Temukan Gejala Awal Terjadinya Parkinson di Otak

Health | Minggu, 07 Juli 2019 | 04:00 WIB

Amsterdam Buka Bioskop Porno 5D, Ini Efeknya pada Otak Penonton!

Amsterdam Buka Bioskop Porno 5D, Ini Efeknya pada Otak Penonton!

Health | Sabtu, 06 Juli 2019 | 08:20 WIB

Ini Alasan Mengapa Vaksin Influenza Penting bagi Lansia

Ini Alasan Mengapa Vaksin Influenza Penting bagi Lansia

Health | Sabtu, 06 Juli 2019 | 07:00 WIB

Terkini

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga

Lampung | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 09:00 WIB

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:56 WIB

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Muhammad Kiandra Ramadhipa Berbagi Inspirasi di Purwokerto Jelang AHDC 2026

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi NTT M 7,7 Dicabut

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:53 WIB

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

Legislator PDIP Tantang Calon Hakim Agung Bereskan Kasus Terbengkalai dan Pangkas Birokrasi MA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:49 WIB

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

2 Orang Meninggal usai Gempa Bumi NTT di Pelabuhan El Say Sikka

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:46 WIB

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

Dinding Gudang Bulog Jebol Akibat Gempa M 7,7 Nagekeo NTT, Stok Beras di Bima Berhamburan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Rakyat sebagai Tameng Kebijakan: Menutupi Cacat Program Lewat Narasi Mulia

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:40 WIB

×