Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak

Vania Rossa Suara.Com
Rabu, 10 Juli 2019 | 06:25 WIB
Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak
Ilustrasi anak memakai kacamata baca. (Shutterstock)

Suara.com - Ada banyak mitos soal kesehatan mata, mulai dari larangan membaca sambil tiduran, menonton TV terlalu dekat, sampai khasiat wortel untuk mengobati rabun jauh. Benarkah semuanya? Yuk, cek di sini, seperti dilansir dari kidshealth.org.

Mitos: Nonton TV terlalu dekat bisa bikin mata rusak.
Fakta: Larangan ini muncul sejak TV pertama kali mulai masuk ke rumah. Meski begitu, menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), tidak ada bukti bahwa duduk di depan TV dapat merusak mata seseorang. Yang terjadi adalah, seseorang yang terbiasa menonton TV terlalu dekat bisa jadi karena ia mengalami rabun jauh.

Mitos: Orangtua yang rabun jauh akan mewarisi kondisi tersebut pada anak-anaknya.
Fakta: Yang ini, bisa jadi benar. Jika Anda membutuhkan kacamata untuk melihat, anak-anak Anda sangat mungkin mengalami hal yang sama. Coba konsultasikan dengan dokter Anda.

Mitos: Makan wortel bisa memperbaiki masalah penglihatan.
Fakta: Meskipun benar bahwa wortel kaya akan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata, ada banyak makanan lain yang punya manfaat sama, seperti asparagus, aprikot, dan susu.

Mitos: Penggunaan komputer dapat merusak mata.
Fakta: Menurut AAO, penggunaan komputer tidak akan membahayakan mata. Namun, ketika menggunakan komputer untuk jangka waktu yang lama, mata akan lebih jarang berkedip. Ini termasuk ketika Anda membaca atau menatap sesuatu dari jarak dekat. Hal ini akan membuat mata menjadi kering, yang dapat menyebabkan mata lelah. Jadi, dorong anak-anak untuk sering beristirahat ketika sedang main gadget atau video game.

Mitos: Hanya anak laki-laki yang dapat mengalami buta warna.
Fakta: Diperkirakan ada 8% anak laki-laki yang mengalami buta warna, sedangkan anak perempuan kurang dari 1%.

Mitos: Mengenakan kacamata justru akan membuat minus bertambah.
Fakta: Kesalahan pembiasan pada penglihatan (rabun dekat, rabun jauh, atau astigmatisme) akan berubah seiring bertambahnya usia anak. Banyak variabel ikut bermain, tetapi sebagian besar perubahan ini kemungkinan disebabkan oleh genetika dan bisa berlanjut meskipun anak telah mengenakan kacamata. Jadi, bukan memakai kacamata yang membuat minus mata jadi bertambah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI