Teliti Ide Bunuh Diri pada Remaja, Nova Riyanti Yusuf Raih Gelar Doktor

Vania Rossa

Jum'at, 12 Juli 2019 | 08:21 WIB
Teliti Ide Bunuh Diri pada Remaja, Nova Riyanti Yusuf Raih Gelar Doktor
Nova Riyanti Yusuf Raih Gelar Doktor. (Suara.com/Vania Rossa)

Suara.com - Nova Riyanti Yusuf, penulis sekaligus politikus, meraih meraih gelar doktor di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UI pada Kamis (11/7/2019).

Nova Riyanti Yusuf dinyatakan lulus dalam Sidang Terbuka dengan tesis yang berjudul Deteksi Dini Faktor Risiko Ide Bunuh Diri Remaja di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas/Sederajat di DKI Jakarta.

Sebagai salah satu penguji pada sidang doktoral tersebut, turut hadir Prof. Byron Good dari Harvard Medical School.

Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa 5 persen pelajar dari 910 pelajar SMAN dan SMKN akreditasi A di DKI Jakarta memiliki ide bunuh diri. Pelajar yang terdeteksi berisiko bunuh diri tersebut memiliki risiko 5,39 kali lebih besar untuk mempunyai ide bunuh diri dibandingkan pelajar yang tidak terdeteksi berisiko bunuh diri.

Kesimpulan ini didapat setelah penelitian melakukan kontrol terhadap kovariat berupa umur, sekolah, gender, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status cerai orangtua, etnis, keberadaan ayah, keberadaan ibu, kepercayaan agama, depresi, dan stresor.

“Penelitian ini terinspirasi oleh kompleksitas siklus hidup fase remaja yang diharapkan sebagai generasi penerus bangsa. Pada fase remaja, terjadi perkembangan yang ditandai oleh perubahan fisik, psikologis, kognitif, dan sosial. Fase middle adolescence (14-18 tahun) adalah fase yang sangat rentan bagi remaja, karena mereka berpikir secara abstrak tetapi juga mempunyai keyakinan tentang keabadian (immortality) dan kedigdayaan (omnipotence), sehingga mendorong timbulnya perilaku risk-taking,” papar Nova ketika ditemui oleh awak media di Gedung G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

“Pada fase risk taking ini, remaja lebih memiliki pola pikir abstrak sehingga dapat tertantang untuk mencoba segala hal, termasuk ke arah pola hidup yang tidak baik, seperti penggunaan tembakau dan alkohol, bereksperimen dengan narkotika, psikotropika dan zat adiktif, aktivitas seksual yang tidak aman, pola makan yang buruk, dan kenakalan remaja."

"Perilaku risk-taking ini akan berdampak terhadap morbiditas, fungsi, dan kualitas hidupnya pada saat dewasa. Tentunya jika remaja tersebut tidak berakhir pada mortalitas (kematian prematur) akibat perilaku risk-taking tersebut. Beban morbiditas dan mortalitas akibat non-communicable disease telah meningkat di seluruh dunia dan sangat cepat perkembangannya di negara-negara dengan pendapatan rendah dan menengah, sementara beban akibat penyakit menular mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan urgensi untuk dilakukan langkah preventif deteksi dini faktor risiko ide bunuh diri di remaja,” lanjutnya.

“Dalam penelitian ini ditemukan beberapa faktor risiko, yaitu pola pikir abstrak yang menimbulkan perilaku risk-taker, transmisi genetik yang dapat menimbukan sifat agresif dan impulsif, memiliki riwayat gangguan jiwa lain, lingkungan sosial yang tidak mendukung, dan penyalahgunaan akses internet yang merupakan beberapa alasan remaja memiliki ide bunuh diri,” jelas Nova yang pada saat menjadi anggota DPR periode 2009-2014 sukses menerbitkan UU Kesehatan Jiwa.

baca juga

Pada akhirnya, Nova berharap instrumen deteksi dini faktor risiko ide bunuh diri pada remaja yang dikembangkannya melalui penelitian ini dapat memperkuat peran ilmu kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan bunuh diri.

"Sayangnya, penelitian di bidang pencegahan bunuh diri pada remaja di Indonesia masih terbatas, sehingga belum banyak referensi tentang upaya pencegahan bunuh diri pada remaja yang berbasis bukti dan spesifik untuk Indonesia,” katanya.

Menurut Nova, implementasi instrumen tersebut dalam berbagai program kesehatan jiwa berbasis sekolah, akan bersumbangsih pada upaya promotif dan preventif di lingkungan pendidikan sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Terakhir Penusuk Pendeta: Lebih Baik Mati daripada Tertangkap Polisi

Pesan Terakhir Penusuk Pendeta: Lebih Baik Mati daripada Tertangkap Polisi

News | Senin, 24 Juni 2019 | 16:38 WIB

Dulu Idap Anoreksia, Wanita Ini Anggap Kehamilannya Sebagai Penyelamat

Dulu Idap Anoreksia, Wanita Ini Anggap Kehamilannya Sebagai Penyelamat

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 07:05 WIB

Banyak yang Vote 'Mati' di Instagram Poll, Gadis 16 Tahun Bunuh Diri

Banyak yang Vote 'Mati' di Instagram Poll, Gadis 16 Tahun Bunuh Diri

News | Rabu, 15 Mei 2019 | 16:36 WIB

Terkini

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

25 Tahun Urus Izin, Pembangunan Gereja di Jakarta Timur Baru Capai 80 Persen

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Pelatih PSMS Bertekad Menang Lawan PSIS Semarang Malam Ini

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Apa Tema Hari Sumpah Pemuda 2026? Ini Ketentuan Resmi dan Makna di Baliknya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Bukan Tablet Biasa, Honor WIN Pad Punya Kipas Pendingin dan Layar OLED 240 Hz

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

×