Anak Susah Makan, Ini Mitos yang Kerap Bikin Cemas Para Ibu

Vania Rossa

Selasa, 16 Juli 2019 | 16:21 WIB
Anak Susah Makan, Ini Mitos yang Kerap Bikin Cemas Para Ibu
Ilustrasi anak susah makan. (Shutterstock)

Suara.com - Anak-anak punya preferensi sendiri ketika memilih makanan. Dan paling sering, mereka menolak makanan sehat yang Anda sodorkan. Akankah si kecil kekurangan gizi karena menolak makanan sehat? Yuk, cari jawabannya disini, seperti dilansir dari Parents.com.

Mitos 1:
Anak membutuhkan daging merah untuk mencegah anemia
Balita bisa mendapatkan banyak zat besi dari makanan selain daging merah. Tentu saja ini kabar baik bagi para ibu yang khawatir si kecil menolak makan daging, lantaran teksturnya yang sulit dikunyah oleh anak-anak, demikian dikatakan Kathleen Zelman, MPH, seorang ahli diet terdaftar dan juru bicara untuk American Dietetic Association di Atlanta.

Meskipun daging merah mengandung zat besi yang mudah diserap, balita dapat memenuhi kebutuhan mineralnya dengan mengonsumsi sereal dan roti yang diperkaya oleh zat besi, buah-buahan kering seperti kismis, sayur bayam, kacang-kacangan, telur, ikan, dan daging unggas.

Mitos 2:
Anak tak suka sayur akan kekurangan vitamin dan mineral
Banyak anak tak suka sayuran, dan mereka baik-baik saja. Salah satu alasannya mungkin karena mereka menyukai buah-buahan yang rasanya lebih manis, yang bisa menjadi pengganti nutrisi dari sayuran. "Nutrisi pada buah sebanding kandungan vitamin dan seratnya (dengan sayur)," kata Jo Ann Hattner, M.P.H., seorang ahli diet dan nutrisi anak di Palo Alto, California.

Jadi, ketika si kecil menolak makan wortel, misalnya, tawarkan aprikot dan blewah untuk menebus kekurangan vitamin A dan karoten yang berasal dari wortel. Atau jika si kecil tak suka bayam, Anda bisa menggantinya dengan stroberi atau jeruk untuk membantu memenuhi kebutuhan asam folat. Kemudian pisang adalah alternatif yang baik untuk kentang sebagai sumber kalium, dan buah jeruk dapat menggantikan brokoli untuk memenuhi kebutuhan vitamin C.

Mitos 3:
Gula membuat anak-anak menjadi hiperaktif
Tak dipungkiri jika makanan manis yang tinggi gula merupakan favorit anak-anak. Dan konsumsi gula berlebih kerap dikaitkan dengan hiperaktivitas.

"Studi tidak menemukan efek seperti itu pada anak-anak," kata Scott Sicherer, M.D., asisten profesor pediatri di Mount Sinai School of Medicine, di New York City. "Faktanya, hewan lab yang diberi makan diet tinggi gula menjadi kurang aktif."

Jika mitos tersebut tidak benar, lalu dari mana mitos ini berasal? Ada kemungkinan orangtua melihat seorang anak menjadi energik setelah mengonsumsi permen seperti cokelat atau soda, yang keduanya ternyata mengandung kafein. Nah, kafein ini merupakan stimulan, dan bisa jadi merupakan dalang di balik hiperaktivitas anak yang tak disadari, demikian kata Dr. Sicherer.

Mitos 4:
Susu diperlukan untuk tulang yang kuat
Susu adalah salah satu sumber kalsium terbaik, tetapi jika si kecil tidak mau minum susu, ia masih bisa mendapatkan jumlah kalsium yang cukup dari makanan lain, demikian dikatakan Zelman. Ini termasuk yogurt, keju, susu kedelai yang diperkaya kalsium, brokoli, tahu, sayuran berdaun hijau, dan jus jeruk 100 persen yang diperkaya kalsium.

baca juga

Yang paling penting adalah bahwa anak Anda memenuhi asupan harian yang disarankan, yaitu 500 miligram kalsium sehari untuk anak-anak usia 1 hingga 3, 800 miligram untuk anak usia 4 hingga 8 tahun, dan 1.300 miligram untuk anak-anak berusia 9 tahun ke atas.

Mitos 5:
Roti putih tidak memiliki nutrisi
Si kecil tentu lebih suka roti putih yang lembut dibanding roti gandum yang kasar. Memang, roti yang dibuat dari tepung gandum masih merupakan pilihan ideal, kata Theresa Nicklas, Dr.P.H., seorang profesor pediatri di Children's Nutrition Research Center di Baylor College of Medicine, di Houston. Kandungan seratnya yang tinggi membantu mencegah sembelit, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Meski begitu, bukan berarti roti putih miskin nutrisi. Roti putih sering diperkaya dengan zat besi dan vitamin B seperti niasin, asam folat, tiamin, dan riboflavin. Jadi, jika si kecil tidak mau makan roti gandum, tidak apa-apa Anda memberinya roti putih. Mereka masih bisa mendapat serat dari tempat lain - dengan menambahkan ekstra buah, misalnya. (Rosalin Febriyanti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak

Mitos Fakta Seputar Kesehatan Mata Anak

Health | Rabu, 10 Juli 2019 | 06:25 WIB

Bolehkah Anak yang Susah Makan Diganti dengan Susu Formula?

Bolehkah Anak yang Susah Makan Diganti dengan Susu Formula?

Health | Senin, 11 Maret 2019 | 07:05 WIB

Anak Menolak Makan, Jangan Dimarahi! Ini yang Harus Ibu Lakukan

Anak Menolak Makan, Jangan Dimarahi! Ini yang Harus Ibu Lakukan

Health | Kamis, 20 Desember 2018 | 06:00 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×