Anak Menolak Makan, Jangan Dimarahi! Ini yang Harus Ibu Lakukan

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Desember 2018 | 06:00 WIB
Anak Menolak Makan, Jangan Dimarahi! Ini yang Harus Ibu Lakukan
Ilustrasi anak menolak makan. (Shutterstock)

Suara.com - Kebanyakan ini akan memarahi anak bila menolak makanan, padahal menurut pakar perkembangan anak, ada beberapa hal yang perlu orangtua lakukan.

Ya, salah satu drama yang kerap dihadapi para ibu adalah mengatasi anak yang susah makan. Padahal di usianya, anak harus mendapatkan gizi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang.

Nah, jika Anda salah satu ibu yang mengalami masalah ini jangan buru-buru memarahi si kecil.

Menurut Dr Ir Dwi Hastuti, MSc Divisi Perkembangan Anak, Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, FEMA IPB, ketika anak menolak makan makanan tertentu seperti ikan, sayuran atau daging, maka orangtua harus lebih dulu menanyakan alasannya.

"Misalnya anak nggak suka makan ikan, ibu harus kasih tahu apa manfaatnya makan ikan. Kenapa nggak suka? Kalau dia jawab baunya amis berarti ibu harus berusaha masak ikan yang tastenya lebih enak dan sesuai dengan lidah anak," ujar Dwi dalam temu media di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Ketika anak menjawab alasan yang membuatnya menolak makanan tertentu maka setidaknya Anda sebagai orangtua tahu apa yang harus dilakukan. Sebaliknya ketika anak langsung dimarahi ketika makanannya tak dihabiskan maka hal itu akan melukai perasaannya.

"Sebagai ibu, kita harus memberikan anak kemampuan logical thinking yang baik dan tidak melukai perasaannya. Ketika kita mampu merasakan perasaan anak maka kita bisa mengenali apa yang ia rasakan. Ibu-lah yang bisa memberikan pembiasaan yang baik ke anak dengan menggunakan kontrol perasaan," terangnya panjang lebar.

Adapun dalam pembentukan kebiasaan makan anak, ada korelasi antara perhatian ibu dalam menyiapkan makanan dengan perilaku anak. Bahkan Dwi Hastuti mengatakan bahwa peran penting ibu dalam menentukan panganan aman dan sehat bagi anak telah dimulai sejak anak dalam kandungan.

"Selanjutnya, apa yang dikonsumsi ibu akan dikonsumsi pula oleh anak. Anak juga melihat pola, kebiasaan, serta tata cara makan ibu dan anak mencontohnya. Oleh sebab itu, makanan yang disajikan setiap hari sebaiknya beragam, mangandung gizi seimbang dan aman. Jangan hanya mengikuti kehendak anak," jelasnya.

Untuk membentuk kebiasaan baik anak terhadap makanan sehat sejak dini, ibu, kata Dwi Hastuti, dapat memberikan penjelasan yang masuk akal, serta melatih anak membuat pilihan sesuai kebutuhan, bukan makan tanpa rencana.

"Dengan melatih anak untuk berpikir logis, anak akan lebih mudah melakukan pilihan, serta terbiasa menimbang manfaat dan tidak hanya menuruti ego," jelasnya.

Jadi, mulai sekarang kalau anak menolak makan jangan langsung memarahinya ya, Bunda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif

Studi: Memukul Dapat Membuat Anak Lebih Agresif

Health | Rabu, 07 November 2018 | 07:00 WIB

Anak Suka Pilih-Pilih Makanan, Normalkah?

Anak Suka Pilih-Pilih Makanan, Normalkah?

Health | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 19:40 WIB

Ini Dampak Serius Kekurangan Gizi Mikro

Ini Dampak Serius Kekurangan Gizi Mikro

Health | Rabu, 19 September 2018 | 09:00 WIB

Terkini

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:20 WIB

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:06 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB