Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus, Mitos atau Fakta?

Silfa Humairah Utami

Rabu, 17 Juli 2019 | 09:00 WIB
Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi bayi dibedong. (Shutterstock)

Suara.com - Bayi yang Baru Lahir Harus Dibedong agar Kaki Lurus, Mitos atau Fakta?

Anjuran membedong bayi khususnya yang baru lahir adalah tradisi orang Indonesia. Membedong bayi itu merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada sejak zaman dulu. Namun, sebenarnya untuk anjuran kesehatan bayi baikkah?

Tujuan dari membedong bayi sendiri pun bermacam-macam.

Beberapa orang meyakini bahwa apabila bayi dibedong, bayi akan merasa hangat. Dengan begitu, bayi tidak mudah sakit karena kedinginan.

Ada pula yang percaya bahwa tujuan bayi dibedong itu untuk memperbaiki bentuk kaki bayi. Bayi yang kakinya sering dibungkus dengan kain diharapkan dapat tumbuh lurus dan tidak bengkok seiring dengan bertambahnya usia.

Berbagai persepsi dan tradisi seperti membedong bayi ini sudah mengakar dan tumbuh dengan kuat di dalam pikiran masyarakat, terutama di Indonesia. Tetapi, apakah benar bayi harus dibedong? Kalau tidak dibedong, apakah kaki bayi akan bengkok saat ia tumbuh besar?

Pertanyaan ini mungkin pernah atau selalu menghampiri pikiran setiap ibu yang baru memiliki anak. Ini karena tradisi membedong bayi sudah sedemikian kuatnya melekat, sampai terkadang kita lupa bahwa tidak semua tradisi itu benar.

Secara ilmiah, membedong bayi tidak memiliki manfaat khusus selain hanya untuk menjaga kehangatan bayi. Perlu dicatat bahwa membedong bayi juga tidak wajib dilakukan.

Anda bisa menjaga kehangatan tubuh sang bayi dengan cara lain, misalnya mengatur suhu ruangan supaya tidak terlalu dingin dan mengenakan pakaian dengan bahan yang nyaman untuk si kecil.

baca juga

Benarkah harus membedong bayi agar kakinya tumbuh lurus? Hal ini tidak benar, membedong tidak akan memberikan pengaruh apapun pada bentuk kaki bayi.

Saat bayi baru lahir, kaki bayi pasti berbentuk bengkok karena mengikuti posisi ketika masih berada di dalam kandungan.

Secara alamiah, kaki bayi akan tumbuh lurus seiring dengan bertambahnya usia. Proses ini berlangsung secara bertahap hingga bayi kurang lebih berusia 3 tahun.

Jadi, tanpa perlu dibedong atau diluruskan pun kaki bayi akan tetap tumbuh normal dan lurus sendiri pada waktunya.

Apabila Anda tetap ingin membedong bayi, hal tersebut sah-sah saja dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa tujuan membedong bayi bukan untuk meluruskan kaki, melainkan hanya untuk menjaga kehangatan tubuh bayi.

Namun , walaupun setelah mengetahui apakah bayi harus dibedong atau tidak, Anda mungkin ingin tetap melakukan bedong pada si kecil supaya selalu merasa hangat dan nyaman. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika membungkus tubuh bayi dengan kain.

Anda harus ingat bahwa tubuh bayi masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Jadi, jika membedong dilakukan dengan menarik kaki dan mengikatnya, hal tersebut justru dapat mengganggu tumbuh kembang bayi.

Kaki bayi yang ditarik dan diikat terlalu kencang malah bisa menghambat perkembangan sendi kaki. Lebih lanjut lagi, kemungkinan saraf-saraf yang ada di sekitar kaki bayi akan mengalami masalah.

Jika Anda ingin membedong bayi, lakukan dengan cara membedong yang aman dan tidak berisiko. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan saat membedong bayi dilansir Hello Sehat.

1. Pilih jenis kain yang tepat

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah pemilihan kain untuk membedong. Pastikan Anda memilih kain dengan bahan yang nyaman dan lembut untuk bayi.

Selain tebal dan hangat, kain untuk membedong tidak boleh terbuat dari bahan yang kasar supaya kulit bayi terhindar dari iritasi.

2. Jangan ikat kain terlalu kencang

Satu lagi yang tidak kalah penting, yaitu hindari mengikat kain bedongan pada bayi terlalu kencang. Kaki dan tangan bayi tidak boleh ditarik atau diluruskan secara paksa ketika dibungkus dengan kain.

Anda juga harus memastikan bayi tetap bisa bergerak dengan nyaman dan leluasa selama dibedong.

3. Tak perlu membedong bayi seharian penuh

Anda tidak perlu terus menerus membedong bayi seharian. Bayi cukup dibedong seperlunya saja, misalnya saat udara dingin dan bayi sedang tertidur.

Dengan begitu, si kecil tetap bisa bergerak bebas dan tumbuh kembangnya tak terganggu.

Penting memperhatikan kesehatan bayi untuk kondisi membedong ini kapan dan dimana serta berapa lama. Karena bila ingin membuatnya nyaman dan hangat tapi di ruangan yang pengap dan panas maka sebaiknya hindari atau membedongnya seharian juag tidak baik seperti disebutkan di atas.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi yang Lahir Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Tekanan Darah Tinggi

Bayi yang Lahir Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Tekanan Darah Tinggi

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 14:40 WIB

Bayi Bernama Google di Bekasi Curi Perhatian Media Internasional

Bayi Bernama Google di Bekasi Curi Perhatian Media Internasional

Lifestyle | Kamis, 27 Juni 2019 | 10:53 WIB

Ibu Hamil Tak Boleh Makan Sushi, Mitos atau Fakta?

Ibu Hamil Tak Boleh Makan Sushi, Mitos atau Fakta?

Health | Rabu, 26 Juni 2019 | 16:47 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×