Arswendo Atmowiloto Kanker Kandung Kemih, Cari Tahu Gejala dan Penyebabnya!

Galih Priatmojo | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Minggu, 21 Juli 2019 | 12:10 WIB
Arswendo Atmowiloto Kanker Kandung Kemih, Cari Tahu Gejala dan Penyebabnya!
Peti jenazah Arswendo Atmowiloto [Yuliani/Suara.com]

Suara.com - Sastrawan Arswendo Atmowiloto meninggal dunia karena menderita kanker kandung kemih, Jumat (19/07) sekitar pukul 17.50 WIB.

Kepergiaan Arswendo meninggalkan 3 anak dan 6 cucu. Salah satunya Tiara, anak ketiga Arswendo Atmowiloto yang mengungkap penyebab meninggalnya sang ayah.

"Memang sudah sakit lama, sakit kanker kantung kemih dan sudah cukup lama, setahunan lebih. Dan hari ini sekitar pukul 17.50 WIB meninggal. Meninggalnya tenang, baik, senyum dan sekarang sudah nggak sakit lagi," kata Tiara, saat ditemui di rumah duka di Kompleks Kompas, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019).

Kanker kandung kemih salah satu kanker yang paling umum menyerang orang dewasa, terutama usia lebih dari 50 tahun. Selain itu, penyakit ini juga lebih rentan menyerang pria daripada wanita.

Perlu Anda ketahui kanker kandung kemih adalah tumor ganas yang terjadi di dalam kandung kemih, yakni organ tubuh yang berfungsi menampung urin.

Jenis kanker ini bisa berkembang jauh ke dalam lapisan otot kandung kemih dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Melansir dari Mayo Clinic, adapun gejala awal seseorang menderita kanker kandung kemih.

Arswendo Atmowiloto [Youtube Koalisi Seni]
Arswendo Atmowiloto [Youtube Koalisi Seni]

1. Urine berdarah (hematuria)

2. Buang air kecil terasa sakit

3. Nyeri panggul

Jika Anda menderita hematuria, urine Anda mungkin tampak merah terang. Selain itu, orang dengan kanker kandung kemih juga mungkin mengalami sakit punggung dan sering buang air kecil.

Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel di kandung kemih yang tidak normal. Sel-sel itulah yang akhirnya mengembangkan mutasi dan menyebabkan mereka tumbuh di luar kendali dan tidak mati.

Ilustrasi seseorang konsultasi masalah kanker kandung kemih. (Shutterstock)
Ilustrasi seseorang konsultasi masalah kanker kandung kemih. (Shutterstock)

Adapun faktor lainnya yang menyebabkan seseorang menderita kanker kandung kemih.

1. Merokok menggunakan jenis tembakau lainnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Kanker Kandung Kemih, Ternyata Orang Seperti Ini Paling Berisiko!

Mengenal Kanker Kandung Kemih, Ternyata Orang Seperti Ini Paling Berisiko!

Health | Minggu, 21 Juli 2019 | 12:41 WIB

Indro Warkop Kenang Sosok Arswendo Sebagai Pendukung Warkop DKI

Indro Warkop Kenang Sosok Arswendo Sebagai Pendukung Warkop DKI

Entertainment | Minggu, 21 Juli 2019 | 10:20 WIB

Seno Gumira Cerita Pertemuan Terakhir Bersama Arswendo Atmowiloto

Seno Gumira Cerita Pertemuan Terakhir Bersama Arswendo Atmowiloto

Entertainment | Sabtu, 20 Juli 2019 | 16:20 WIB

Terkini

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB