Stop Penyebaran Hepatitis C, Pemerintah Siapkan Obat Teruji

Silfa Humairah Utami | Risna Halidi | Suara.com

Senin, 22 Juli 2019 | 19:30 WIB
Stop Penyebaran Hepatitis C, Pemerintah Siapkan Obat Teruji
Ilustrasi Hepatitis A, B dan C (Shutterstock)

Suara.com - Stop Penyebaran Hepatitis C, Pemerintah Siapkan Obat Teruji

Hepatitis C adalah penyakit peradangan organ hati yang diakibatkan oleh infeksi virus hepatisis C. Jika tidak diobati dengan baik, penderita hepatitis C berisiko tinggi menderita penyakit liver kronis sampai sirosis hingga mengalami kanker hati.

Di Indonesia, hanya 3.818 dari 6.763 orang penderita hepatitis C yang melakukan pengobatan dengan baik.

Padahal menurut Sekjen Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI)n Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp.PD KGEH, tingkat keberhasilan obat hepatitis C sangat tinggi sampai 97 persen.

"Obatnya gratis dan biasanya diberikan selama tiga bulan untuk yang belum sampai sirosis. Kalau yang sudah sirosis diberikannya enam bulan dengan angka keberhasilan yang bagus," kata dr. Andri di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin, (22/7/2019).

Obat yang disebut Direct Acting Antiviral atau DAA secara perlahan dapat menggantikan obat hepatitis C lain yang sudah tersebar yaitu interferon.

Jika dibandingkan DAA yang memiliki tingkat keberhasilan sampai 90 persen, interferon dianggap hanya memiliki tingkat keberhasilan 50 sampai 60 persen.

Belum lagi lama konsumsi obat yang sangat berbeda. Obat DAA dikonsumsi secara oral selama 12 samlai 24 minggu dengan klaim efek samping yang ringan.

Sementara interferon dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara injeksi dan dilakukan selama 48 minggu dengan satu paket pengobatan mencapai Rp 120 sampai Rp 150 juta. "Hal itu yang membuat banyak pasien putus obat," kata dr. Andri lagi.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memiliki target eliminasi hepatitis B dan C pada 20130 mendatang.

"Masalahnya hepatitis C tidak menyebar merata di seluruh penduduk karena ada apot-spot yang tinggi misalnya pada (komunitas) homoseksual dan pengguna narkoba. Tapi kalau populasi umum angkanya rendah. Jadi programnya harus menuju kelompok tadi itu."

Hepatitis C sendiri dapat ditularkan melalui transfusi darah dan organ yang tidak terskrining, kontak dengan darah, hubungan seksual yang tidak aman, serta penggunaan jarum yang tidak aman.

Obat DAA saat ini sudah tersedia di 37 rumah sakit yang tersebar di 15 provinsi. Hal ini dilakukan pemerintah untuk stop penyebaran hepatitis C.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Palsukan Obat Generik, Dirut PT JKI Diringkus Polisi

Palsukan Obat Generik, Dirut PT JKI Diringkus Polisi

News | Senin, 22 Juli 2019 | 16:34 WIB

Kontroversi Pembongkaran Instalasi Bambu Getah Getih

Kontroversi Pembongkaran Instalasi Bambu Getah Getih

Video | Minggu, 21 Juli 2019 | 18:55 WIB

Pelebaran Bandara dan Reklamasi Teluk Jakarta Akan Pakai Pasir Laut Banten

Pelebaran Bandara dan Reklamasi Teluk Jakarta Akan Pakai Pasir Laut Banten

Banten | Kamis, 18 Juli 2019 | 11:02 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB