Hari Anak Nasional, Begini Membesarkan Anak Indonesia yang Bahagia

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 23 Juli 2019 | 12:02 WIB
Hari Anak Nasional, Begini Membesarkan Anak Indonesia yang Bahagia
Anak bahagia bersama orangtuanya, keluarga. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Anak Nasional yang jatuh setiap tanggal 23 Juli sejatinya dirayakan untuk menghormati hak-hak anak di Indonesia. Salah satu hak yang seharusnya mereka dapatkan adalah waktu dan kebahagiaan dari kedua orangtuanya.

Nah, sudahkah Anda memberikan kedua hal tersebut? Karena kebahagiaan yang dirasakan anak memiliki dampak besar pada kehidupan mereka di jangka panjang.

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua agar bisa membesarkan anak yang bahagia? Inilah cara membesarkan anak yang bahagia, seperti dilansir dari Very Well Family.

1. Dorong anak untuk bermain di luar ruangan
Studi menunjukkan aroma alam, seperti pohon pinus, rumput, dan lavender dapat meningkatkan suasana hati anak. Anda bisa mendorong anak untuk membaca buku di luar atau mengerjakan pekerjaan rumahnya di teras hanya untuk memberinya dorongan kebahagiaan instan.

Bermain di luar juga dapat meningkatkan keterampilan sosial pada anak. Studi tahun 2017 yang diterbitkan dalam Journal of Science and Medicine in Sport menemukan bahwa anak-anak memiliki waktu bermain di luar lebih banyak akan meningkatkan kemampuan empati dan pengendalian diri — yang merupakan keterampilan sosial yang kritis.

Anak-anak dengan keterampilan sosial yang lebih baik cenderung menikmati hubungan yang lebih sehat. Satu studi menemukan anak-anak dengan keterampilan sosial yang lebih baik juga dua kali lebih mungkin untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan cenderung mengalami penyalahgunaan zat terlarang, obesitas, dan kekerasan.

2. Batasi bermain gadget
Anak Anda mungkin tampak bahagian jika bermain video game berjam-jam. Tetapi terlalu banyak main gadget buruk untuk kesehatan psikologis anak Anda.

Sebuah studi tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menemukan bahwa remaja yang menghabiskan lebih sedikit waktu pada perangkat digital mereka dan lebih banyak waktu untuk kegiatan non-layar, seperti olahraga, pekerjaan rumah, kegiatan keagamaan, dan kegiatan pribadi lainnya, akan lebih bahagia.

Tetapkan batas yang jelas untuk waktu bermain gadget. Batasi aksesnya saat Anda melakukan kegiatan keluarga, mengendarai mobil, atau ketika dia bermain di luar.

baca juga

3. Ajarkan anak untuk bersyukur
Membiasakan berterima kasih dalam kehidupan sehari-hari dapat membantu anak menjadi lebih bahagia dan lebih sehat. Namun, perlu diingat bahwa ada perbedaan besar antara memaksa berterima kasih dan benar-benar memahaminya.

Sebuah studi tahun 2012 tentang rasa terima kasih menemukan bahwa orang yang bersyukur akan menikmati hubungan yang lebih baik, dan itu bisa menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Salah satu cara terbaik untuk membantu anak-anak menjadi benar-benar bersyukur adalah dengan melatih mereka mengucapkan terima kasih.

Jadikan kebiasaan bersyukur ini sebagai hal yang biasa dilakukan. Misalnya, Anda bisa mengidentifikasi tiga hal yang Anda syukuri di meja makan, atau bicarakan tentang apa yang Anda syukuri sebelum tidur. Ini akan membantu anak belajar mencari hal-hal yang dapat mereka syukuri dalam kehidupan sehari-hari mereka.

4. Ajarkan anak untuk memiliki harapan yang tinggi, tapi jangan terlalu tinggi
Harapan Anda memiliki dampak besar pada kesediaan anak untuk menantang dirinya sendiri. Anak-anak akan bekerja keras untuk memenuhi harapan orangtuanya selama harapan itu masuk akal.

Studi menunjukkan ketika orangtua memiliki harapan akademis yang tinggi terhadap anak-anak mereka, anak-anak melakukan yang lebih baik di sekolah dan mereka bertahan lebih lama pada tugas-tugas sulit. Harapan tinggi juga terkait dengan ketahanan sosial dan skolastik.

Tetapi penting untuk dicatat bahwa Anda seharusnya tidak mengharapkan kesempurnaan. Mengatur target terlalu tinggi untuk anak kemungkinan malah akan menjadi bumerang.

Mengharapkan anak Anda menjadi sempurna dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada anak. Dan anak mungkin juga menyerah pada cita-citanya yang telah ia tentukan jika dia merasa Anda menetapkan standar yang terlalu tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Anak Nasional, Ayo Buat Anak Gembira dengan Penuhi 10 Hak Anak

Hari Anak Nasional, Ayo Buat Anak Gembira dengan Penuhi 10 Hak Anak

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:51 WIB

Hari Anak Nasional, Kak Seto Serukan Ajak Anak Bermain di Luar

Hari Anak Nasional, Kak Seto Serukan Ajak Anak Bermain di Luar

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:45 WIB

Menggemaskan, Begini Cara Google Rayakan Hari Anak Nasional 2019

Menggemaskan, Begini Cara Google Rayakan Hari Anak Nasional 2019

Tekno | Selasa, 23 Juli 2019 | 09:25 WIB

Terkini

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

×