Hari Anak Nasional, Begini Membesarkan Anak Indonesia yang Bahagia

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 23 Juli 2019 | 12:02 WIB
Hari Anak Nasional, Begini Membesarkan Anak Indonesia yang Bahagia
Anak bahagia bersama orangtuanya, keluarga. (Shutterstock)

5. Ajarkan anak kontrol diri

Ilustrasi anak aktif dengan kegiatan latihan fisik seperti main sepak bola. (Shutterstock)
Ilustrasi anak aktif dengan kegiatan latihan fisik seperti main sepak bola. (Shutterstock)

Makan permen tambahan, meninggalkan pekerjaan rumah untuk bersenang-senang dengan teman-teman, atau menonton film saat malam hari, mungkin memberi kesenangan sesaat bagi anak. Tetapi, dalam jangka panjang, kurangnya kontrol diri ini memiliki efek buruk bagi mereka.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Personality menemukan bahwa orang dengan kontrol diri yang lebih baik melaporkan suasana hati yang lebih baik.

Menariknya, bagaimanapun, para peneliti mencatat bahwa orang-orang dengan kontrol diri yang lebih baik juga tidak menempatkan diri mereka dalam situasi yang menggoda sesering orang lain. Mereka pada dasarnya mengatur diri mereka untuk bahagia.

Mulailah mengajar anak Anda disiplin sejak dini. Pada saat yang sama, ajari dia untuk tidak mengelilingi dirinya dengan terlalu banyak godaan.

6. Berikan tugas 
Anak-anak tidak akan suka tugas membersihkan meja makan atau membersihkan ruang tamu. Tetapi, menugaskan pekerjaan rumah seperti ini bisa menjadi faktor kunci dalam membantu mereka mencapai kebahagiaan jangka panjang.

Satu studi menemukan bahwa memberi tugas anak-anak pada usia 3 dan 4 tahun adalah prediktor terbesar kesuksesan jangka panjang.

Anak-anak yang mengerjakan tugas rumah tangga akan merasa seperti ikut ambil bagian dalam urusan keluarga, membuat mereka merasa lebih terhubung dengan keluarga. Dan rasa koneksi itu dapat membantu mereka tetap kuat secara mental ketika mereka menghadapi masa-masa sulit.

Tugas-tugas rumah tangga juga dapat mengajar anak-anak berbagai pelajaran kehidupan — seperti tanggung jawab dan pelayanan masyarakat. Mereka juga dapat belajar bahwa mereka dapat mengatasi tugas-tugas yang membosankan atau bahwa mereka mampu bertahan bahkan ketika mereka merasa frustrasi.

7. Makan malam bersama
Makan bersama keluarga mungkin menjadi salah satu hal terbaik yang Anda bisa lakukan untuk membesarkan anak-anak yang bahagia.

Satu studi menemukan bahwa sering makan bersama keluarga sangat terkait dengan suasana hati yang positif pada remaja. Studi lain menemukan bahwa remaja yang makan bersama keluarga memiliki pandangan yang lebih positif tentang masa depan.

Makan bersama keluarga juga dapat meningkatkan kesehatan. Anak-anak yang makan dengan orangtua cenderung kurang gemuk atau memiliki kelainan makan. Remaja yang makan malam bersama orangtua juga cenderung mengalami masalah penyalahgunaan zat terlarang atau menunjukkan masalah perilaku.

Jika Anda tidak bisa berkumpul untuk makan keluarga setiap malam, jangan khawatir. Sebagian besar penelitian menemukan bahwa anak-anak mendapat manfaat dari makan bersama orangtua mereka beberapa malam setiap minggu.

8. Hindari terlalu sering memanjakan anak
Membelikan banyak hadiah atau memberinya semua yang anak inginkan tidak akan membuat ia bahagia. Kenyataannya, anak-anak yang terlalu dimanjakan justru bisa berdampak pada rusaknya kesehatan psikologis mereka.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terlalu dimanjakan cenderung mengalami perasaan ketidakpuasan kronis. Mereka mungkin berjuang untuk mengidentifikasi perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, dan akibatnya mereka mungkin berpikir kebahagiaan berasal dari barang-barang materi.

Jadi tahan keinginan untuk memberikan apa pun yang diinginkan anak Anda. Meskipun mereka mungkin bersikeras meminta smartphone terbaru, lebih banyak pakaian bermerek, dan sepeda yang lebih baik, ini tetap tidak akan membuat mereka bahagia.

Beri mereka kesempatan untuk mendapatkan hak istimewa. Mereka akan lebih menghargai hal-hal ketika mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu, daripada memberikan semuanya secara cuma-cuma kepada mereka.

9. Berolahraga bersama keluarga
Olahraga bersama dapat membuat semua orang di dalam keluarga lebih bahagia. Selain itu, menjadi aktif secara fisik bersama dapat membantu Anda menjalin ikatan dan menciptakan ingatan positif bersama yang merupakan unsur kebahagiaan.

10. Ajarkan anak membantu orang lain
Banyak penelitian yang mengaitkan altruisme dengan kebahagiaan. Bahkan, bersikap baik kepada orang lain dapat membuat anak lebih bahagia dan kebahagiaan akan membuat mereka baik. Ini adalah siklus positif yang mengatur kehidupan mereka menjadi lebih bahagia, juga lebih sehat.

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam The Journal of Social Psychology membagi peserta menjadi tiga kelompok. Satu kelompok diminta untuk melakukan tindakan kebaikan sehari-hari, kelompok lain diminta untuk melakukan sesuatu yang baru, dan kelompok ketiga tidak menerima instruksi.

Para peneliti menemukan bahwa setelah 10 hari, kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kebaikan dan mereka yang melakukan hal-hal baru, mengalami peningkatan besar dalam kebahagiaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Anak Nasional, Ayo Buat Anak Gembira dengan Penuhi 10 Hak Anak

Hari Anak Nasional, Ayo Buat Anak Gembira dengan Penuhi 10 Hak Anak

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:51 WIB

Hari Anak Nasional, Kak Seto Serukan Ajak Anak Bermain di Luar

Hari Anak Nasional, Kak Seto Serukan Ajak Anak Bermain di Luar

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 10:45 WIB

Menggemaskan, Begini Cara Google Rayakan Hari Anak Nasional 2019

Menggemaskan, Begini Cara Google Rayakan Hari Anak Nasional 2019

Tekno | Selasa, 23 Juli 2019 | 09:25 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB