FDA Tarik Semua Implan Payudara yang Sebabkan Risiko Kanker Langka

Ade Indra Kusuma, Dinda Rachmawati

Jum'at, 26 Juli 2019 | 12:05 WIB
FDA Tarik Semua Implan Payudara yang Sebabkan Risiko Kanker Langka
Ilustrasi implan payudara (Foto: shutterstock)

Suara.com - FDA Tarik Semua Implan Payudara yang Sebabkan Risiko Kanker Langka.

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, pada Rabu, 24 Juli waktu setempat memutuskan untuk melakukan penarikan sejumlah implan payudara tertentu.

Hal ini dilakukan karena adanya hubungan antara implan patyudara tertentu dengan peningkatan risiko BIA-ALCL (Anaplastic Large Cell Lymphoma) atau limfoma sel besar anaplastik, suatu bentuk kanker yang langka.

Sebelumnya, pada 1989, sebuah penelitian yang tidak dipublikasikan menguraikan bahwa busa poliuretan, bahan yang digunakan pada lapisan beberapa implan payudara silikon, melepaskan kimia diamina 2-toluena ketika terdegradasi.

Ilustrasi kanker akibat implan payudara [shutterstock]

Zat kimia ini telah diketahui menyebabkan kanker pada hewan ketika dalam kondisi suhu tinggi dan pH tinggi.

Tidak lama setelah temuan ini dirilis, produsen implan payudara yang dilapisi busa poliuretan berhenti menjualnya.

Sementara itu, National Health Service (NHS) atau pelayanan kesehatan nasional Inggris menyatakan bahwa efek samping paling umum dari operasi implan payudara adalah rasa sakit sementara, pembengkakan, memar, dan perasaan tegang di dada selama beberapa minggu.

Namun, efek samping yang lebih serius terkait dengan implan payudara, terutama risiko kanker, telah dieksplorasi selama bertahun-tahun.

Awal tahun ini, dilaporkan bahwa sembilan perempuan telah meninggal karena kanker darah, bentuk langka yang disebut limfoma sel besar anaplastik (ALCL), yang telah diketahui berhubungan dengan implan payudara.

baca juga

Asosiasi ini diuraikan dalam sebuah laporan yang dirilis oleh FDA pada tahun 2011, yang menyatakan, "Perempuan dengan implan payudara mungkin memiliki kemungkinan yang sangat kecil tetapi jumlahnya semakin meningkat untuk didiagnosis dengan limfoma sel besar anaplastik"

Kanker yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh ini, bukan bentuk kanker payudara, tetapi ditemukan di sekitar implan payudara.

Pada Maret, dilaporkan bahwa 200 perempuan yang telah didiagnosis dengan ALCL sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan farmasi Allergan.

Menurut Asosiasi Ahli Bedah Rekonstruktif dan Estetika Plastik Inggris atau yang disebut British Association of Plastic Reconstructive and Aesthetic Surgeons (BAPRAS), ada 14 kasus kanker di Inggris antara 2011 dan 2016.

Pada 2011, dilaporkan bahwa sekitar 47 ribu perempuan Inggris telah diberikan implan payudara yang rusak yang diproduksi oleh perusahaan Perancis Poly Implant Prothese (PIP).

Diyakini hampir 500 perempuan dengan implan PIP mengalami ruptur, sementara mereka yang implannya masih utuh diperingatkan untuk dilepas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IKABDI Nilai Kemenkes Tak Ada Kejelasan soal Obat Kanker Usus Besar

IKABDI Nilai Kemenkes Tak Ada Kejelasan soal Obat Kanker Usus Besar

Health | Jum'at, 26 Juli 2019 | 11:17 WIB

Ampuh dan Minim Efek Samping, Obat Kanker Atezolizumab Ditanggung BPJS?

Ampuh dan Minim Efek Samping, Obat Kanker Atezolizumab Ditanggung BPJS?

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 17:58 WIB

BPOM Sahkan Obat Imunoterapi Baru untuk Kanker Paru dan Kandung Kemih

BPOM Sahkan Obat Imunoterapi Baru untuk Kanker Paru dan Kandung Kemih

Health | Kamis, 25 Juli 2019 | 14:16 WIB

Terkini

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

3 Warga Negara Israel Diduga Anggota IDF Berprilaku Kasar di Bali

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:09 WIB

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

UEA Bekukan Transaksi Iran, Harga Minyak Capai Level Tertinggi 4 Pekan Terakhir

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:05 WIB

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

Miris! 9 Perempuan Disandera di Distrik Jila Mimika, Mayoritas Pelajar SD dan Ada yang Hamil Muda

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:02 WIB

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Temui Korban Gempa NTT, Purbaya: Presiden Prabowo Tidak Melupakan Kondisi Masyarakat

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?

Bulan Bintang Kembali Berkibar di Aceh, Ada Apa di Balik Kericuhan?

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Pukul Pacar, Dokter di Bali Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

Bali | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:58 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?

Ramalan Shio Hari Ini 20 Agustus 2026 Lengkap: Keputusan Besar Menanti, Siapa Paling Hoki?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:54 WIB

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang Rp18 Miliar Belum Dianggarkan

Sulsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:47 WIB

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Harga Beda Tipis, Ini iPhone yang Paling Menarik Dibeli di 2026

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:39 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:25 WIB

×