Millendaru Sudah Cangkok Rahim? Hati-hati Risikonya Bisa Mengancam Jiwa!

Kamis, 01 Agustus 2019 | 15:20 WIB
Millendaru Sudah Cangkok Rahim? Hati-hati Risikonya Bisa Mengancam Jiwa!
Millendaru di HUT ke-16 Insert Trans TV kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019). [Revi Cofans Rantung/Suara.com]

Suara.com - Baru-baru ini Millendaru alias Millen Cyrus memberikan pengakuan mengejutkan. Keponakan Ashanty ini mengaku telah melakukan cangkok rahim.

Millendaru mengaku hal tersebut ketika menjadi bintang tamu talkshow di program Bisik-Bisik Tetangga dari MOP Channel. Sebelum membuat pengaku tersebut, Millen bercerita belum melakukan operasi ganti kelamin.

Lantas, presenter mencoba mengajukan beberapa pertanyaan, salah satunya menggali tentang sesuatu yang Millen tidak miliki dari wanita.

"Saya cantik, seksi, disukai banyak lelaki, tapi saya tidak mempunyai," tanya presenter acara Bisik Bisik Tetangga.

"V (vagina), aku dah cangkok rahim tahu," jawab Millendaru.

Pengakuan Millendaru soal cangkok rahim sontak mengundang respons publik. Rebecca Flyckt, dokter kandungan ginekologi dilansir dari New York Times pernah mengatakan bahwa pria maupun transgender bisa saja melakukan cangkok rahim.

Millendaru. (Instagram/@millencyrus)
Millendaru. (Instagram/@millencyrus)

Tetapi, prosedur cangkok rahim pada pria maupun transgender pastinya jauh lebih rumit dari wanita. Bahkan prosedur ini pun bisa sangat berisiko bagi mereka.

Melansir dari UT Southwestern Medical Center, cangkok rahim bisa menimbulkan risiko fisik dan emosional. Karena transplantasi organ membutuhkan persiapan fisik dan mental yang besar.

Risiko Fisik

Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Pakai High Heels saat Hamil Kembar, Hati-Hati 6 Risikonya

Jenis transplantasi organ apapun mengharuskan pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat guna mencegah tubuh menyerang organ baru.

Semua prosedur transplantasi organ termasuk cangkok rahim juga membawa risiko langsung seperti kehilangan darah, infeksi, penolakan organ, berpotensi reaksi negatif terhadap obat-obatan anti-penolakan.

Bahkan jika transplantasi rahim berjalan lancar, konsumsi obat anti-penolakan dalam jangka panjang bisa mengancam jiwa.

Sehingga pasien harus menjalani histerektomi di beberapa titik. Selain itu, kehamilan setelah cangkok rahim juga menimbulkan sejumlah masalah pada bayinya.

Ilustrasi organ kewanitaan. (Shutterstock)

Risiko emosional

Transplantasi rahim membuat wanita berpotensi mengalami masalah kesehatan emosional dan mental yang signifikan. Tetapi, risiko emosional ini cenderung lebih dialami oleh wanita yang cangkok rahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI