Array

Cara Lindungi Mata dari Polusi Udara agar Tidak Iritasi dan Infeksi

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 18:08 WIB
Cara Lindungi Mata dari Polusi Udara agar Tidak Iritasi dan Infeksi
Kondisi kesehatan mata. (Shutterstock)

Suara.com - Polusi udara Jakarta yang semakin buruk dinilai dapat mengancam gangguan kesehatan. Selain gangguan pernapasan, juga berpotensi mengganggu penglihatan.

Menurut dokter Dr. dr. Gitalisa Andayani, Sp.M(K), selain harus menjaga saluran pernapasan, jangan lupa untuk melindugi salah satu panca indera yang cukup vital, yaitu mata. Sebab, paparan polusi udara dapat mengakibatkan iritasi dan infeksi.

"Kalau paparan secara langsung sih yang mungkin terjadi adalah eye sindrome, juga iritasi, sepeti mata perih, merah, ada rasa seperti berpasir, seperti ada benda asing, berair. Ada juga gangguan lain yang agak lebih jarang yaitu infeksi karena mungkin berada di daerah yang kotor sekali, mungkin ada sampah atau sesuatu. Kalau kebetulan kondisi tubuh kita sedang menurun bisa langsung terkena infeksi, konetivitas, atau eratitis," ungkap dokter Gita kepada Suara.com saat ditemui dalam acara Womens Health Expo, Sabtu (3/8/2019) di kawasan Jakarta Selatan.

Lebih lanjut dokter yang sehari-hari praktek di Jakarta Eye Center ini menyatakan dampak yang paling berbahaya dari polusi udara terutama berasal dari asap rokok. Dikhawatirkan akan mengkibatkan gangguan retina. Untuk mengantisipasi, ia mengimbau sebisa mungkin dihindari atau menggunakan pelindung mata.

"Paling bagus sih memang menghindari. Untungnya sekarang sudah ada ruang-ruang khusus untuk merokok dan sudah ada pelarangan merokok di tempat umum. Tapi kalau tidak bisa dihindari seperti di tempat outdoor, mungkin pakai kacamata pelindung boleh ya, seperti sunglasses, atau kalau mau yang tetap gelap juga boleh," sambungnya.

Namun ia tetap menyarankan kalau bisa tetap memakai kacamata yang ada perlindungan UV-nya. Mengingat kita tinggal di daerah khatulistiwa yang sinar mataharinya kuat, kalau tidak dilindungi itu bisa mempercepat katarak.

"Mata kita sebetulnya tahan untuk menghadapi paparan sinar dan polusi, asalkan kita selalu sehat. Tapi ada hal-hal yang membuatnya jadi lemah seperti ada diabetes, penuaan, dan efek lain dari penyakit genetik," tutup dokter Gita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI