Operasi Payudara di Klinik Abal-Abal, Wanita Ini Tewas akibat Pendarahan

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Operasi Payudara di Klinik Abal-Abal, Wanita Ini Tewas akibat Pendarahan
Ilustrasi operasi payudara (shutterstock)

Wanita muda meninggal dunia setelah mengalami pendarahan ketika operasi payudara di klinik abal-abal.

Suara.com - Seorang wanita muda meninggal dunia di meja operasi untuk memperbesar payudaranya. Tindakan operasi yang menyebabkan wanita ini tewas rupanya juga tidak diketahui oleh keluarganya.

Yang Xue wanita 28 tahun asal China yang meninggal dunia di tengah operasi payudara ini mengalami pendarahan dari mata, hidung, mulut, telinga, dan lehernya dipenuhi bekas jarum.

Sebelumnya, ibu dua anak ini tidak pernah memberi tahu suaminya jika akan menjalani operasi payudara di Rumah Sakit Bedah Plastik Wanhe, China.

Berdasarkan keterangan suaminya, Yang Xue beberapa kali belakangan memang sering pergi sendiri. Sang suami tak pernah mengetahui bahwa Yang Xue mengunjungi klinik untuk memperbesar payudaranya.

Dalam kasus ini, klinik tempat Yang Xue operasi payudara itulah yang diduga menyebab kematian. Pasalnya, ahli bedah di rumah sakit tersebut bukan seorang profesional atau tidak memenuhi syarat melakukan operasi.

Ilustrasi pembesaran payudara (shutterstock)
Ilustrasi pembesaran payudara (shutterstock)

Zang, suami Yang Xue mengaku baru mengetahui istrinya melakukan operasi payudara ketika pihak klinik menghubunginya dan memeberi tahu istrinya komplikasi.

"Dia pergi jam 10 pagi. Sekitar jam 5 sore, aku mendapat kabar dia mengalami komplikasi di tengah operasi payudara. Mereka mengatakan sedang berusaha menghidupkan dan menolong Yang yang sudah meninggal," kata Zang, dikutip dari Mirror.

Karena Zang tidak pernah tahu kalau istrinya melakukan operasi payudara, pihak klinik lantas menunjukkan surat yang sudah ditandatangani oleh Yang Xue.

Permintaan operasi puting payudara meningkat (Shutterstock)
Ilustrasi operasi pembesaran payudara. (Shutterstock)

Meski begitu, Zang mencurigai surat yang berisi persetujuan operasi payudara itu tidak pernah ditandatangani oleh istrinya. Menurutnya, tanda tangan istrinya bahkan terlihat palsu.

Akhirnya, petugas kepolisian setempat  memeriksa klinik tersebut. Mereka juga mengamankan 2 dokter dan seorang perawat.

Pihak berwenang pun telah menutup klinik tersebut karena dinilai tidak memenuhi standar untuk melakukan operasi maupun pengobatan medis.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS