Array

Manfaat Konsumsi Buah dan Sayuran Mentah, Lebih Baik bagi Kesehatan Mental?

Vika Widiastuti Suara.Com
Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:15 WIB
Manfaat Konsumsi Buah dan Sayuran Mentah, Lebih Baik bagi Kesehatan Mental?
Buah dan sayuran. (shutterstock)

Suara.com - Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology, mengonsumsi buah dan sayuran mentah dikaitkan dengan kemungkinan kesehatan mental yang lebih baik dibanding makan buah dan sayuran yang dimasak, dikalengkan, atau diproses.

Dijelaskan oleh Dosen Senior Psikologi dan penulis utama dalam studi ini Dr Tamlin Corner bahwa kampanye kesehatan masyarakat secara historis berfokus pada aspek kuantitas untuk memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.

"Penelitian kami telah menyoroti bahwa konsumsi buah dan sayuran dalam keadaan 'tidak dimodifikasi' lebih kuat terkait dengan kesehatan mental yang lebih baik dibandingkan dengan buah dan sayuran yang dimasak, dikalengkan, atau diproses," terangnya dilansir dari thehealthsite.

Menurutnya, hal ini dikarenakan proses pengolahan buah dan sayuran memiliki potensi mengurangi tingkat nutrisi.

Dalam penelitian ini, para ilmuan melibatkan 400 orang dewasa muda dari Selandia Baru dan Amerika Serikat yang Berusia 18 hingga 25 tahun. Kelompok usia ini dipilih karena dewasa muda biasanya memiliki kebiasaan konsumsi buah dan sayur terendah dibanding kelompok umur lainnya dan berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental.

Aneka buah dan sayuran. [shutterstock]
Aneka buah dan sayuran. [shutterstock]

Selain faktor konsumsi buah dan sayuran mentah atau yang sudah diolah, faktor gaya hidup seperti olahraga, tidur, diet, kondisi kesehatan kronis, status sosial ekonomi, etnis, dan gender juga berpengaruh.

"Mengontrol kovariat, konsumsi buah dan sayuran mentah memprediksikan tingkat yang lebih rendah terkait gejala penyakit mental, seperti depresi dan peningkatan kesejahteraan psikologis, termasuk suasana hati yang positif dan kepuasan hidup. Manfaat kesehatan mental ini berkurang secara signifikan pada buah dan sayuran yang dimasak, dikalengkan, dan diolah," terang Dr. Conner.

"Penelitian ini semakin vital karena pendekatan gaya hidup seperti perubahan pola makan yang dapat meningkatkan akses, keamanan, dan tambahan pendekatan untuk kesehatan mental," pungkasnya.

Baca Juga: 5 Tips Menyimpan Buah dan Sayur Agar Tak Busuk dan Tahan Lama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI