Peneliti: Orang yang Menikah dan Cerai Berisiko Alami Demensia

Rabu, 04 September 2019 | 19:47 WIB
Peneliti: Orang yang Menikah dan Cerai Berisiko Alami Demensia
Ilustrasi pasangan lansia yang demensia (shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian baru menemukan orang menikah justru cenderung berisiko mengalami demensia dibandingkan mereka yang masih lajang.

Hal ini telah dibuktikan oleh peneliti dari Michigan State University. Orang menikah disebut cenderung mengalami demensia seiring bertambahnya usia.

"Penelitian ini penting karena jumlah orang dewasa lanjut usia yang belum menikah di Amerika Serikat terus bertambah. Karena orang hidup lebih lama dan sejarah perkawinan menjadi lebih kompleks," kata Profeson Hui Liu yang memimpin penelitian ini, dikutip dari Mirror.

Menurutnya, status perkawinan dan permasalahan di dalamnya berkaitan dengan risiko demensia seseorang.

Dalam studi tersebut, para penelitian telah menganalisis data 15 ribu orang yang menikah, bercerai, menjanda dan tidak pernah menikah.

Ilustrasi orang tua kena demensia (shutterstock)
Ilustrasi orang tua kena demensia (shutterstock)

Data dikumpulkan selama 14 tahun, termasuk informasi tentang fungsi kognitif, kondisi kronis dan perilaku mereka. Hasilnya menunjukkan orang yang menikah secara tidak sadar mengembangkan risiko demensia.

Orang yang mengalami perceraian dalam pernikahannya kemudian dinyatakan paling berisiko mengalami demensia seiring bertambahnya usia. Dalam kasus ini, pria adalah yang paling berisiko mengalami demensia.

Namun, para peneliti juga menemukan risiko demensia ini juga dipengaruhi besar oleh kondisi kronis kesehatan dan perilaku orang.

Ilustrasi penyakit demensia (foto: Shutterstock)
Ilustrasi penyakit demensia (foto: Shutterstock)

Sementara itu, hubungan penyakit ini dengan pernikahan dan perceraian sebenarnya belum jelas. Peneliti masih perlu mengidentifikasi lebih dalam bersama dokter terkait hubungan status perkawinan dan risiko demensia.

Baca Juga: Alami Demensia, Bagaimana Cegah agar Pikun Tidak Makin Memburuk?

"Temuan ini akan membantu para pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan untuk mengidentifikasi orang yang lebih rentan dan merancang strategi intervensi efektif untuk menurunkan risiko demensia," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI